MIAMI — Hak asuh sementara Perez Hilton diajukan oleh ibunya ketika sang blogger masih dirawat di rumah sakit lebih dari sepekan setelah ia tampak melukai dirinya sendiri dalam siaran langsung. Dokumen pengadilan yang dilihat Page Six menyebut Hilton menyetujui penyerahan hak asuh sementara atas anak-anaknya.
Dalam pernyataan yang dikirim kuasa hukumnya kepada NBC South Florida, ibu Hilton, Natalie F. Guerra-Valdes, mengatakan ia ingin melindungi anak-anak dan memberi mereka “some sense of normalcy as they begin their journey of healing.”
Hak asuh sementara Perez Hilton saat keluarga fokus pada pemulihan
Update terakhir di situs Hilton menyebut ia masih dirawat setelah insiden pekan lalu. Keluarga juga mengatakan pemulihannya akan menjadi “long process” setelah mengalami “significant blood loss” dan cedera tambahan.
Pernyataan sebelumnya yang dipasang di blog Hilton pada Kamis sore, dan ditandatangani tim serta keluarganya, menyebut anak-anak, keponakan, dan saudara perempuan Hilton berada di rumah “just minutes before” ia melukai diri sendiri saat siaran langsung di TikTok.
Begitu keluarga menyadari Hilton sedang “experiencing a severe mental health crisis and harming himself,” mereka langsung pergi untuk melindungi anak-anak dari trauma lanjutan.
Keluarga menegaskan prioritas utama mereka kini adalah membantu anak-anaknya “begin to heal from what they experienced.” Mereka juga meminta media dan paparazzi menjauh dari area sekitar rumah Hilton.
Dalam pembaruan lain di blog Hilton, keluarga menyebut ia “able to communicate, which has given our family hope,” meski situasinya tetap sulit karena “very little information has been made available to our family.” Sehari kemudian, mereka menulis bahwa Hilton “receiving medical care” dan bahwa fokus keluarga saat ini ada pada kesejahteraan Hilton.
Siaran langsung TikTok, respons polisi, dan langkah platform
Pada Selasa malam, Hilton dibawa ke rumah sakit, kata Kantor Sheriff Miami-Dade kepada sejumlah media, setelah siaran langsungnya memicu laporan polisi dari banyak penggemar. Saat live di TikTok, ia tampak berlumuran darah dan tampak melukai diri sendiri, sementara para penonton di kolom komentar memintanya berhenti.
Kantor sheriff kepada CNN mengatakan petugas “spoke with family members on scene, and confirmed he was alone inside” sebelum meredakan situasi.
Mereka juga menjelaskan bahwa penanganan krisis kesehatan mental kerap dilakukan dengan “creating time, distance, and opportunities for communication.” NBC6, media lokal di Florida Selatan, melaporkan kendaraan sheriff dan satu mobil pemadam terlihat di luar rumah di kawasan Westchester, Miami-Dade County, dan warga sekitar mengatakan rumah itu milik Hilton.
Di sisi platform, juru bicara TikTok kepada The Washington Post mengatakan kesalahan moderator membuat penghapusan siaran langsung terlambat. Sistem moderasi TikTok, kata dia, menandai livestream itu dalam hitungan menit. Ia juga membantah laporan yang menyebut siaran berlangsung 30 menit dan mengatakan durasinya sekitar setengah dari itu. TikTok kemudian memblokir akun Hilton.
Golden Artists Entertainment, agensi yang menaungi Hilton, melalui para co-CEO Dante Rusciolelli dan Rebekah Kochan mengatakan mereka mengetahui konten yang mengkhawatirkan yang beredar di internet, tetapi belum bisa melakukan kontak langsung dengannya meski upaya terus dilakukan.
Dalam unggahan lanjutan di Instagram, agensi itu menyebut belum ada informasi baru tentang kondisi Hilton dan menegaskan fokus para agen tetap pada kesehatan, pemulihan, serta privasi Hilton dan keluarganya.
Chris Booker, rekan pembawa acara The Perez Hilton Podcast with Chris Booker sejak 2015, juga mengatakan podcast mereka “all TBD at the moment” karena perhatian bersama tertuju pada kesehatan Hilton. Ia berharap bisa kembali memandu acara itu bersama Hilton “when the time is appropriate.”
Dari nama besar blog gosip ke sorotan soal kesehatan mental
Hilton, yang nama aslinya Mario Lavandeira, dikenal lewat blog gosip yang populer sekaligus kontroversial pada 2000-an. Karyanya menarik jutaan pembaca, tapi juga memicu penolakan dari sejumlah selebritas yang merasa pemberitaannya kasar.
Demi Lovato pernah menyebut Hilton sebagai “bully,” Lady Gaga menuduhnya menguntit pada 2013, dan Mila Kunis pada 2018 menyebutnya sebagai orang pertama yang menciptakan “ugly news” dan “spread filth.” Dalam memoarnya tahun 2020, Hilton menulis bahwa ia “never needed to be so mean or cruel,” dan mengaku menyesal telah melukai banyak orang dengan julukan-julukan jahat, termasuk sikapnya terhadap anak-anak selebritas.
Ia juga mengatakan kini tak lagi meyakini praktik membocorkan identitas seksual selebritas sebagai hal yang bisa diterima.
Kasus ini ikut menyorot satu hal yang sering luput: ketika sebuah krisis pribadi terjadi di ruang publik, keluarga, rumah sakit, platform, dan media dipaksa bergerak hampir bersamaan. Di titik ini, nasib anak-anak Hilton, proses pemulihan dirinya, dan langkah TikTok terhadap insiden tersebut masih akan terus dipantau.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.