Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Tumpahan minyak Iran di Qeshm meluas usai kapal diserang

Tumpahan minyak Iran terlihat di pesisir Pulau Qeshm
Tumpahan minyak Iran terlihat di pesisir Pulau Qeshm setelah serangan kapal di dekat Selat Hormuz. (Ilustrasi: AI)

QESHM — Tumpahan minyak Iran di Pulau Qeshm, dekat Selat Hormuz, meluas setelah kapal yang diduga menjadi sumber kebocoran diserang pada 3 Agustus. Video terverifikasi dan citra satelit yang dianalisis BBC Verify menunjukkan minyak hitam sudah mencapai pantai selatan pulau itu.

Dampaknya tidak kecil. Pencemaran ini mengancam satwa liar, ekosistem pesisir yang dilindungi, serta komunitas nelayan di sekitar Qeshm yang berada di jalur strategis perdagangan energi dunia.

Tumpahan minyak Iran terlihat dari pantai hingga satelit

BBC Verify mengatakan video yang dibagikan di media sosial memperlihatkan minyak kental berwarna hitam menghantam Suza beach di selatan Qeshm. Di sisi lain pulau, ada Hara Biosphere Reserve yang ditetapkan Unesco dan menjadi rumah bagi habitat penting bagi kehidupan laut serta burung migran.

Citra satelit pada 10 Agustus menunjukkan tumpahan itu tampak di area lebih dari 300 sq km atau 116 sq miles. Skala itu disebut setara dengan lebih dari 40.000 lapangan sepak bola. John Amos, CEO Skytruth, menyebut, “This is what I would call a major oil slick,” dan memperkirakan volumenya “well over” 100,000 US gallons (380,000 litres) minyak.

Analisis BBC Verify juga mengarah pada sumber kebocoran dari kapal kargo berbendera Liberia, Minoan Pioneer, yang dilaporkan diserang proyektil saat melintas dekat Oman oleh perusahaan keamanan pelayaran Vanguard. Dua hari kemudian, citra satelit memperlihatkan tumpahan itu membesar dan bergerak ke barat laut menuju Qeshm.

Selat Hormuz kembali rawan

Insiden ini menambah tekanan di Selat Hormuz, jalur sempit yang mengangkut sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas alam dunia. Sejak Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang Iran pada akhir Februari, data dari perusahaan intelijen maritim Kpler mencatat ada 67 serangan terhadap kapal di sekitar selat itu.

Tehran pada dasarnya menutup jalur air tersebut, sementara Amerika Serikat juga memberlakukan blokade atas pelabuhan Iran. Dalam situasi seperti ini, satu serangan ke kapal tak berhenti pada kerusakan badan kapal saja. Ia bisa berubah menjadi masalah lingkungan yang menempel lama.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda