Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

PB HMI dorong APBN 2027 perkuat peran pemuda dan ekraf

APBN 2027 untuk pemuda dan ekonomi kreatif
PB HMI mendorong APBN 2027 memberi dampak nyata bagi pemuda dan pelaku ekonomi kreatif. (Ilustrasi: AI)

PALANGKA RAYA — PB HMI mendorong APBN 2027 memberi dampak yang lebih nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pemuda dan pelaku ekonomi kreatif. Seruan itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nur Ghina Muslimah dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Jumat.

Ghina menilai ukuran APBN tidak cukup dilihat dari besar kecilnya anggaran. Yang lebih penting, kata dia, adalah kemampuan belanja negara menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru. Pesannya tegas. APBN harus terasa.

“APBN bukan sekadar persoalan seberapa besar anggaran yang dimiliki negara, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar hadir dan menjawab kebutuhan rakyat. Ukuran keberhasilannya adalah dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya.

APBN 2027 dan ruang bagi pemuda

Ia menyebut tema kebijakan fiskal 2027, yakni “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, perlu diterjemahkan lewat program yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing masyarakat. Dalam pandangannya, pemuda harus berada di barisan depan pembangunan nasional.

Bonus demografi, menurut Ghina, tidak boleh berhenti sebagai slogan. Generasi muda harus diberi ruang agar benar-benar menjadi pelaku utama ekonomi nasional. “Kita memiliki bonus demografi dan generasi muda yang kreatif. Jangan sampai mereka hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus ditempatkan sebagai subjek dan penggerak ekonomi nasional,” katanya.

Pernyataan itu penting karena arah belanja negara ikut menentukan seberapa besar ruang yang terbuka bagi anak muda untuk masuk ke pasar kerja, mengembangkan usaha, dan membangun jejaring ekonomi. Jika kebijakan fiskal hanya mengejar angka makro, kata Ghina, kelompok muda bisa tetap tertinggal dari arus pertumbuhan yang terjadi.

Ekonomi kreatif jadi tumpuan baru

Di bagian lain, Ghina menyoroti ekonomi kreatif yang dinilainya punya potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru. Potensi itu, menurut dia, tersebar di banyak daerah dan tidak bergantung pada pusat-pusat ekonomi nasional. Seni dan budaya, kuliner, fesyen, kriya, industri digital, hingga usaha kreatif berbasis komunitas ikut disebutnya sebagai penggerak yang sudah tumbuh di berbagai wilayah.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair