PALANGKA RAYA — PB HMI mendorong APBN 2027 memberi dampak yang lebih nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama pemuda dan pelaku ekonomi kreatif. Seruan itu disampaikan Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nur Ghina Muslimah dalam keterangan yang diterima di Palangka Raya, Jumat.
Ghina menilai ukuran APBN tidak cukup dilihat dari besar kecilnya anggaran. Yang lebih penting, kata dia, adalah kemampuan belanja negara menjawab kebutuhan masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru. Pesannya tegas. APBN harus terasa.
“APBN bukan sekadar persoalan seberapa besar anggaran yang dimiliki negara, tetapi bagaimana anggaran tersebut benar-benar hadir dan menjawab kebutuhan rakyat. Ukuran keberhasilannya adalah dampak yang dirasakan masyarakat,” katanya.
APBN 2027 dan ruang bagi pemuda
Ia menyebut tema kebijakan fiskal 2027, yakni “Tumbuh Lebih Tinggi, Sejahtera Lebih Cepat”, perlu diterjemahkan lewat program yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing masyarakat. Dalam pandangannya, pemuda harus berada di barisan depan pembangunan nasional.
Bonus demografi, menurut Ghina, tidak boleh berhenti sebagai slogan. Generasi muda harus diberi ruang agar benar-benar menjadi pelaku utama ekonomi nasional. “Kita memiliki bonus demografi dan generasi muda yang kreatif. Jangan sampai mereka hanya menjadi objek pembangunan. Pemuda harus ditempatkan sebagai subjek dan penggerak ekonomi nasional,” katanya.
Pernyataan itu penting karena arah belanja negara ikut menentukan seberapa besar ruang yang terbuka bagi anak muda untuk masuk ke pasar kerja, mengembangkan usaha, dan membangun jejaring ekonomi. Jika kebijakan fiskal hanya mengejar angka makro, kata Ghina, kelompok muda bisa tetap tertinggal dari arus pertumbuhan yang terjadi.
Ekonomi kreatif jadi tumpuan baru
Di bagian lain, Ghina menyoroti ekonomi kreatif yang dinilainya punya potensi besar sebagai sumber pertumbuhan baru. Potensi itu, menurut dia, tersebar di banyak daerah dan tidak bergantung pada pusat-pusat ekonomi nasional. Seni dan budaya, kuliner, fesyen, kriya, industri digital, hingga usaha kreatif berbasis komunitas ikut disebutnya sebagai penggerak yang sudah tumbuh di berbagai wilayah.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.