TechRadar Pro menyebut gelombang pertama berdampak pada sekitar 15,000-20,000 domain. Gelombang kedua lebih spesifik, menyasar 310 domain dari 44 perusahaan, termasuk nama besar seperti Rosneft, Gazprombank, Alrosa, dan Positive Technologies.
Bagi operator layanan, reconfiguring infrastruktur bisa memakan biaya hingga 10 to 50 million rubles dan waktu sampai enam bulan, menurut estimasi pihak Ukraina.
Di titik ini, dampak paling terasa justru ada pada pengguna akhir. Ketika sertifikat tak lagi dipercaya browser, akses ke situs bisa macet, peringatan keamanan muncul, dan proses login atau pengiriman data jadi lebih rawan terganggu. Untuk bank dan email, masalahnya bisa berantai. Satu layanan gagal, layanan lain ikut terseret.
Rusia dorong sertifikat root sendiri
Sejumlah pemilik domain Rusia kemudian berpindah ke otoritas sertifikat lain. Beberapa disebut sempat memakai HARICA di Yunani sebelum beralih ke TrustAsia dari China, yang kini menyediakan sertifikat untuk entitas negara Rusia. Di sisi lain, pemerintah Rusia mendorong alternatif lokal berupa root certificate milik negara yang harus dipasang manual oleh pengguna.
Kementerian Digital Rusia menyebut pemasangan manual root certificate itu aman dan tidak memengaruhi fungsi perangkat.
Tapi peneliti keamanan sudah memperingatkan sejak 2022 dan kembali pada 2026 bahwa root yang dikendalikan negara bisa disalahgunakan untuk HTTPS traffic interception dan man-in-the-middle attacks. Isunya sensitif.
Kalau kepercayaan browser digeser ke sertifikat domestik, akses internet Rusia bisa makin terpisah dari sistem global.
Moskow juga merekomendasikan Yandex Browser karena sudah membawa root domestik di dalamnya. Namun, narasi Ukraina menyebut opsi itu rentan freeze dan cache failures serta tidak memberi perlindungan data yang berarti. Dalam situasi seperti ini, perang siber dan sanksi saling dorong ke titik yang sama: layanan Rusia makin bergantung pada perangkat lunak dan trust root milik sendiri.
TechRadar Pro menulis bahwa pencabutan sertifikat ini bisa mempercepat keterputusan Rusia dari internet global. Dan kalau tren itu terus berlanjut, situs-situs .RU mungkin hanya akan berjalan mulus bagi pengguna yang memakai software Rusia dengan root negara yang sudah terpasang.
“ideal targets for hacker attacks,” kata Foreign Intelligence Service of Ukraine soal kondisi sistem internal, messenger, email, dan API perbankan Rusia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.