Kursi pimpinan Komisi X DPR RI resmi berganti nahkoda. Agung Widyantoro, politisi kawakan dari Fraksi Partai Golkar, kini memegang kendali atas komisi yang membidangi sektor pendidikan, kebudayaan, hingga pariwisata tersebut.
Keputusan ini diketok palu langsung oleh Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, dalam rapat yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8). Pergantian mendadak ini memang sudah dinanti, menyusul adanya surat resmi dari Fraksi Partai Golkar terkait perombakan pimpinan alat kelengkapan dewan.
Di ruang rapat, Cucun membacakan perubahan posisi tersebut secara lugas. Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P. yang sebelumnya menempati kursi ketua, kini resmi digantikan oleh Dr. H. Agung Widyantoro, S.H., M.Si.
Peralihan tongkat estafet ini dilakukan di depan para anggota komisi yang hadir, menandai dimulainya babak baru dalam pengawasan sektor strategis yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi sumber daya manusia di tanah air.
Komposisi Baru, Fokus Tetap Tajam
Komisi X memegang peran vital. Bidang yang mereka tangani bukan main-main: mulai dari pendidikan, pemuda, olahraga, hingga komunikasi dan budaya. Setiap kebijakan yang lahir dari meja diskusi di komisi ini berpotensi mengubah kualitas hidup masyarakat luas. Tantangan di depan mata tentu tidak ringan, mulai dari disparitas kualitas pendidikan hingga geliat industri pariwisata pascapandemi.
Usai melantik Agung, Cucun merinci susunan lengkap pimpinan Komisi X yang baru. Nama-nama lama maupun wajah baru berbagi peran di posisi wakil ketua. My Esti Wijayati dari Fraksi PDIP menempati posisi Wakil Ketua pertama.
Menyusul di belakangnya adalah Himmatul Aliyah dari Fraksi Gerindra sebagai Wakil Ketua kedua. Kursi Wakil Ketua ketiga diisi oleh Lalu Hadrian Irfani dari Fraksi PKB, sementara Kurniasih Mufidayati dari Fraksi PKS melengkapi struktur sebagai Wakil Ketua keempat.
Konfigurasi ini menunjukkan distribusi kekuatan antar-fraksi besar di Senayan. Dengan komposisi tersebut, mekanisme pengambilan keputusan diharapkan tetap mencerminkan aspirasi lintas partai. Bagi Partai Golkar, mempertahankan kursi ketua tentu menjadi sinyal kekuatan mereka dalam mengawal kebijakan strategis pemerintah di sektor-sektor yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.
Ucapan Perpisahan dan Harapan Baru
Suasana rapat tidak hanya diisi dengan formalitas serah terima jabatan. Cucun menyempatkan diri menyampaikan apresiasi tinggi kepada Hetifah Sjaifudian. Di mata pimpinan DPR, kiprah Hetifah selama memimpin Komisi X dinilai memiliki dedikasi luar biasa.
“Saya atas nama pribadi maupun atas nama pimpinan DPR menyampaikan ucapan terima kasih kepada Saudari Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian yang telah menunjukkan dedikasi yang sangat tinggi,” ungkap Cucun.
Tugas berat segera menanti Agung Widyantoro. Sebagai ketua yang baru, ia harus segera beradaptasi dengan ritme kerja komisi yang dikenal sangat padat. Cucun menutup agenda penetapan itu dengan doa dan harapan agar kepemimpinan baru ini diberikan petunjuk dalam menjalankan tugas-tugas konstitusional. Sembari mengetuk palu, ia menekankan agar pimpinan baru fokus pada amanah yang diberikan.
Tentu saja, publik kini akan menyoroti bagaimana Agung Widyantoro membawa Komisi X ke depan. Apakah akan ada perubahan arah kebijakan, atau justru melanjutkan agenda yang sudah diletakkan sebelumnya? Jawabannya tentu akan segera terlihat pada rapat-rapat kerja mendatang bersama para mitra kementerian, terutama saat membahas anggaran dan persoalan pendidikan yang kerap menjadi sorotan nasional.
Agenda utama bagi komisi ini dalam waktu dekat yakni membedah postur anggaran untuk sektor pendidikan dan kebudayaan tahun depan. Agung dipastikan akan segera berhadapan dengan tumpukan dokumen kebijakan yang menuntut keputusan cepat. Ruang rapat Komisi X kini menunggu langkah konkret sang ketua baru.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.