Bagi penumpang dan operator bandara, perkara ini punya dampak langsung. Jalur pemeriksaan bisa makin ketat, terutama pada titik transit dan area yang selama ini dianggap aman. Soalnya, penyelundupan tak lagi hanya mengandalkan barang yang disimpan di tas. Pelaku kini memanfaatkan tubuh, pakaian, sampai celah operasional di bandara.
Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Moh. Irhamni juga mengingatkan adanya perkembangan modus lain. Ia menyebut emas kini tidak hanya diselundupkan dalam bentuk batangan, tetapi juga dalam bentuk bubuk yang disembunyikan di pakaian dalam.
“Sekarang telah berkembang berupa bubuk yang ditempatkan di pakaian dalam, baik BH wanita ataupun celana dalam pria. Ini perlu kita antisipasi bersama tentunya,” ujarnya.
Irhamni menambahkan, aparat perlu meningkatkan kapasitas dan pertukaran informasi agar pola baru ini tidak lolos dari pengawasan. Ia menegaskan kerja sama kepolisian dan Bea Cukai penting karena keduanya berada di garis depan pengamanan pintu masuk wilayah Indonesia.
Perkembangan penyidikan kasus ini akan menjadi sorotan berikutnya, terutama bila dugaan keterlibatan oknum bandara ikut menguat. Dari titik itu, publik bisa melihat seberapa jauh jaringan penyelundupan emas bergerak dan bagaimana aparat menutup celah yang dipakai para pelaku.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.