Rabu, 19 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Prestasi cabang olahraga mandiri Asian Games jadi KPI – ANTARA News Gorontalo

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir membahas target dan KPI prestasi cabang olahraga mandiri Asian Games
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menekankan pentingnya target terukur bagi setiap federasi olahraga menjelang Asian Games 2026. (Ilustrasi: AI)

Pemerintah mulai memasang standar ketat bagi cabang olahraga yang berangkat ke Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menetapkan prestasi atlet dari cabang olahraga (cabor) yang berangkat lewat skema mandiri sebagai tolok ukur utama atau Key Performance Indicator (KPI) bagi federasi terkait.

Kebijakan ini bakal menjadi penentu nasib masa depan tiga cabang olahraga: tinju, anggar, dan tenis meja. Ketiga cabor tersebut dipastikan tampil di ajang olahraga terbesar Asia nanti dengan pendanaan yang bersumber dari kantong federasi sendiri serta bantuan mitra pihak ketiga. Artinya, pemerintah tidak mengucurkan anggaran penuh untuk keberangkatan mereka ke Jepang.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menegaskan bahwa pola pembinaan atlet nasional sudah tidak bisa lagi menggunakan cara lama. Pelatnas bukan sekadar tempat berkumpulnya atlet untuk sekadar latihan. Setiap federasi kini diwajibkan menyodorkan target yang jelas dan terukur.

Langkah ini menjadi cara pemerintah untuk memastikan efektivitas uang negara yang tersalurkan serta menjaga standar kompetisi atlet di level Asia tetap kompetitif.

Menakar Ulang Target Medali

Indonesia mematok target empat medali emas untuk perhelatan di Aichi-Nagoya mendatang. Angka ini memang lebih ramping dibandingkan capaian pada edisi 2022 di Hangzhou, di mana atlet-atlet Merah Putih sukses membawa pulang tujuh emas. Penurunan target ini bukan tanpa alasan.

Panitia penyelenggara meniadakan tiga nomor unggulan Indonesia di Asian Games kali ini. Sebuah pukulan telak, namun pemerintah tetap meminta atlet memaksimalkan sisa peluang yang ada.

Walaupun pemerintah belum bisa menjanjikan bonus bagi atlet dari cabor mandiri yang sukses menggondol medali, hasil pertandingan nanti bakal dicatat sebagai rapor merah atau hijau.

Hasil di lapangan akan jadi penentu apakah federasi bersangkutan layak mendapatkan sokongan finansial lebih besar atau bantuan program pelatnas jangka panjang di masa depan. Posisi tawar federasi di depan Kemenpora sangat bergantung pada performa mereka di Jepang nanti.

Sinyal ini jelas. Kemenpora tidak lagi akan membagi dukungan secara rata. Setiap perolehan medali akan dibedah detail untuk melihat perkembangan dan pencapaian tiap cabang olahraga. Jika sebuah federasi mampu membuktikan taringnya meski berjuang lewat jalur mandiri, pemerintah bakal lebih terbuka untuk memberikan apresiasi berupa dukungan pendanaan di tahun-tahun berikutnya.

Kontingen Besar ke Jepang

Secara keseluruhan, Indonesia mengirimkan kontingen yang cukup gemuk ke Jepang. Ada sekitar 432 atlet yang bakal berjuang di lapangan, didampingi 148 ofisial dari 35 cabang olahraga. Belum lagi 60 petugas dari tim Chef de Mission (CdM) yang bertugas memastikan kebutuhan logistik dan akomodasi berjalan mulus selama di sana. Totalnya lebih dari 600 orang.

Beban berat kini dipikul oleh para atlet di tengah dinamika nomor pertandingan yang berubah. Fokus utama tim saat ini adalah memastikan setiap nomor yang tersisa dioptimalkan untuk memburu kepingan emas yang telah ditargetkan. Tidak ada ruang untuk bersantai.

Semua mata tertuju pada bagaimana strategi federasi mengelola atletnya, terutama bagi mereka yang harus mencari sumber pendanaan di luar bantuan pemerintah.

Langkah ini sebenarnya merupakan ujian mental sekaligus manajemen organisasi. Bagi federasi, ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa kemandirian bisa berbuah prestasi.

Bagi atlet, ajang di Aichi-Nagoya bukan lagi sekadar pengalaman internasional, melainkan panggung pembuktian apakah mereka pantas mendapatkan perhatian lebih dari negara di masa depan. Semua pihak kini menunggu aksi mereka di lapangan bulan-bulan mendatang.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda