Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Brendan Carr dan Gedung Putih dalam Sorotan Dokumen FCC

Dokumen FCC terkait Brendan Carr dan Gedung Putih
Dokumen kalender FCC memunculkan catatan pertemuan Brendan Carr dengan pejabat Gedung Putih dan media konservatif. (Ilustrasi: AI)

Pertanyaan soal independensi FCC

Di Februari 2026, jadwal menunjukkan panggilan selama 15 menit dengan catatan “Secretary Kennedy to call Chairman Carr Directly,” merujuk pada Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy Jr.

Pada bulan yang sama, Carr bertemu di West Wing dengan Direktur Domestic Policy Council Vince Haley dan mengunjungi Departemen Kehakiman untuk berbicara dengan Omeed Assefi, acting assistant attorney general untuk divisi antitrust.

Rangkaian kontak itu muncul saat Carr menghadapi sorotan atas independensi lembaganya. ABC, dalam gugatan yang diajukan Selasa, menyoroti dukungan publik Carr terhadap pemerintahan setelah ia memerintahkan jaringan itu mengajukan lebih awal perpanjangan delapan izin siaran lokal.

Arahan itu datang tak lama setelah Presiden Donald Trump dan Melania Trump menyerukan tindakan terhadap ABC atas lelucon larut malam Jimmy Kimmel, menurut laporan The Guardian.

Dampaknya bukan sekadar soal satu pejabat dan satu lembaga. Bagi industri penyiaran, catatan seperti ini menyentuh urusan yang sangat sensitif: siapa yang punya akses, siapa yang didengar, dan seberapa jauh keputusan regulator bisa lepas dari tekanan politik.

Untuk publik, pertanyaannya sederhana tapi tajam. Masih seindependen apa FCC ketika jadwal pimpinannya dipenuhi pertemuan dengan lingkar kekuasaan dan media yang berkepentingan langsung dengan kebijakan lembaga itu?

Carr sendiri berulang kali menolak mengomentari komunikasi dengan cabang eksekutif. “As a general rule, we don’t get into any discussions that happen with the White House or don’t happen with the White House,” kata Carr kepada Politico reporter Dasha Burns dalam wawancara terbaru.

Saat didesak apakah ia berbicara dengan presiden terkait perintah lisensi ABC, Carr menjawab, “As a general matter, I don’t speak publicly about conversations with the White House, or whether they happen or don’t happen.”

Carr juga berbeda dari norma regulasi masa lalu karena secara terbuka menolak gagasan bahwa FCC berfungsi sebagai entitas independen, seraya menyatakan presiden memiliki kewenangan untuk memberhentikan komisaris.

Di luar pertemuan resmi, email internal menunjukkan ia aktif menawarkan diri ke media konservatif.

Pada April 2024, Carr mengirim email kepada booker program Fox News “Fox & Friends” untuk membahas isu legislatif seputar TikTok, dan menulis, “No worries at all if there’s nothing that makes sense.”

Booker itu sempat menyebut belum ada slot yang cocok, tetapi menawarkan Carr untuk hadir di siaran berikutnya. Catatan terbaru ini membuat perhatian terhadap relasi Carr, Gedung Putih, dan media konservatif belum akan cepat reda.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda