Menunggu Suara dari Luar Senayan
Di sisi lain, DPR juga masih memiliki pekerjaan rumah untuk menjaring masukan dari partai-partai politik nonparlemen. Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengakui bahwa agenda jemput bola ke partai-partai kecil sempat terhambat kesibukan lain di parlemen.
Padahal, masukan dari partai di luar kursi parlemen dianggap vital agar revisi UU Pemilu tidak terasa seperti keputusan eksklusif kelompok tertentu saja. Dasco berjanji proses ini akan segera dikebut dalam beberapa hari ke depan. Apalagi, ada rencana pembentukan pansel KPU yang kabarnya mulai bergerak pada Oktober mendatang.
“Minggu depan baru mulai dilakukan penyerapannya. Kita menyambut kemungkinan pansel dari KPU yang akan dimulai pada bulan Oktober,” ujar Dasco saat memberikan keterangan pekan lalu, tepatnya 14 Agustus.
Dengan sisa waktu hampir tiga tahun menuju tahapan pemilu, DPR dan pemerintah memang punya kemewahan berupa ruang untuk bernegosiasi. Mereka bisa lebih cermat menimbang pasal demi pasal, sekaligus memastikan suara-suara dari luar lingkaran utama partai politik tetap masuk ke dalam draf.
Strategi ini diambil untuk menghindari kegaduhan politik di tengah masa transisi pemerintahan yang baru saja berlangsung. Kini, semua pihak kembali menatap bulan Oktober, saat mesin pansel KPU mulai dipanaskan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.