Suasana tenang di Mapolresta Banyumas, Purwokerto, mendadak pecah pada Kamis (20/8/2026). Sejumlah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terlihat hilir mudik di gedung Satuan Reserse Kriminal. Mereka tidak sedang berkunjung biasa.
Kehadiran tim antirasuah ini menandakan adanya proses hukum serius yang tengah menjerat petinggi salah satu kampus ternama di Jawa Tengah, Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed).
Pemeriksaan berlangsung tertutup sejak pukul 12.00 WIB. Petugas baru terlihat keluar dari gedung pada pukul 22.45 WIB, membawa serta tumpukan tas yang diduga berisi dokumen krusial. Total ada lima orang yang menjalani pemeriksaan maraton tersebut hingga larut malam.
Mereka langsung digiring ke dalam mobil untuk segera diterbangkan ke Jakarta guna menjalani rangkaian penyidikan lanjutan di gedung KPK.
Petinggi Kampus Ikut Dibawa
Nama Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsoed, Prof. Norman Arie Prayoga, muncul sebagai salah satu pihak yang diperiksa. Langkahnya terlihat cepat saat melangkah keluar dari area pemeriksaan menuju kendaraan yang telah disiapkan penyidik. Ia sempat melempar kalimat singkat kepada wartawan yang menunggunya sejak sore.
“Mau dilanjutkan ke Jakarta pertanyaannya,” ujar Norman singkat pada Jumat (21/8/2026) dini hari sebelum masuk ke mobil.
Selain Norman, penyidik juga membawa Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan Unsoed, Eko Sumanto. Eko, yang tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), terlihat kooperatif mengikuti prosedur yang ditetapkan tim penyidik.
Identitas ketiga orang lainnya yang turut dibawa ke Jakarta yakni Dian Mulia Wardhana, Adhi Wiharto, dan Mulyono alias Nono. Kelima orang tersebut kini dalam pengawasan ketat KPK untuk pemeriksaan lebih mendalam terkait dugaan tindak pidana korupsi yang sedang didalami.
Di lokasi yang sama, sempat terlihat pula Wakil Rektor I Bidang Akademik Unsoed, Prof. Dr. Ir. Noor Farid. Namun, namanya tidak masuk dalam daftar pihak yang diboyong ke Jakarta. Ia meninggalkan area Polresta Banyumas tanpa memberikan komentar apa pun kepada awak media yang berada di lokasi.
Menanti Keterangan Resmi
Keterlibatan pejabat universitas dalam kasus ini memicu gelombang tanya di kalangan warga Purwokerto. Kampus yang biasanya lekat dengan citra pendidikan, kini terseret pusaran isu rasuah. Publik menunggu penjelasan resmi dari pihak kampus maupun lembaga antirasuah terkait perkara apa sebenarnya yang membuat para petinggi Unsoed ini harus berurusan dengan penyidik di ibu kota.
Hingga saat ini, baik KPK maupun pihak universitas belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai substansi kasus. Apakah ini berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa, atau ada ranah lain yang menyangkut kebijakan akademik? Belum ada jawaban pasti. Dokumen yang disita penyidik menjadi kunci penting yang kini sedang dibedah tim KPK di Jakarta.
Bagi masyarakat setempat, pemandangan rombongan penyidik membawa dokumen dari Mapolresta Banyumas menjadi pertanda bahwa penyidikan kasus ini sudah masuk ke tahap yang cukup krusial. Semua pihak kini menunggu langkah hukum berikutnya yang akan diambil KPK, termasuk apakah status para saksi ini akan ditingkatkan menjadi tersangka dalam beberapa hari ke depan.
Penyidik KPK telah mengamankan lima orang tersebut dan membawa mereka langsung menuju bandara untuk diterbangkan ke Jakarta. Fokus utama KPK saat ini adalah menggali keterangan sedalam mungkin dari kelima orang ini sebelum menentukan langkah hukum lanjutan terhadap mereka.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.