Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat: Leandro Paredes Dilarang 10 Pertandingan

FIFA Jatuhkan Sanksi Berat
FIFA Jatuhkan Sanksi Berat

Pesta sepak bola dunia yang mestinya penuh kegembiraan kini menyisakan getir. FIFA resmi menjatuhkan hukuman super berat bagi gelandang Argentina, Leandro Paredes, berupa larangan tampil dalam 10 pertandingan resmi. Sanksi dijatuhkan menyusul kericuhan brutal yang pecah tepat setelah peluit panjang final Piala Dunia antara Argentina melawan Spanyol di New York/New Jersey berakhir.

Kondisi di lapangan saat itu benar-benar kacau. Paredes tertangkap kamera mencekik Eric Garcia dengan tangan kosong. Tak berhenti di situ, ia juga melayangkan dorongan keras kepada pemain cadangan Spanyol, Gavi, di tengah kerumunan yang tak terkendali.

Komite disiplin FIFA bergerak cepat merespons insiden memalukan ini dengan mengeluarkan kartu merah pasca-laga, diikuti vonis skorsing panjang yang menghentikan langkah sang gelandang untuk membela negaranya dalam waktu lama.

Hukuman tidak berhenti pada Paredes. Rekan setimnya, Nahuel Molina, juga terseret dalam pusaran sanksi. Ia dilarang bermain dalam tujuh pertandingan setelah terbukti mencoba menjatuhkan kapten Spanyol, Rodri, saat suasana makin panas. Thiago Almada pun kena getahnya, ia harus absen dalam satu laga.

Kericuhan tersebut tidak hanya melibatkan pemain di atas rumput hijau. Staf pelatih Argentina, Roberto Ayala, dijatuhi suspensi satu laga karena kedapatan mencoba memukul wajah Dani Olmo. Di pihak lawan, Gavi juga tidak luput dari hukuman meski perannya dalam kekacauan itu membuatnya hanya menerima sanksi larangan bertanding satu laga.

Denda Finansial dan Isu Politik

Selain badai larangan bermain, Federasi Sepak Bola Argentina (AFA) kini harus merogoh kocek dalam. FIFA menjatuhkan denda sebesar 321.000 dolar AS kepada mereka. Hukuman finansial ini merupakan akumulasi dari pelanggaran disiplin hingga tindakan politik di luar lapangan yang sangat dilarang oleh otoritas sepak bola tertinggi dunia tersebut.

Pemicu denda besar ini adalah aksi pemain Argentina yang membentangkan spanduk bertuliskan ‘Las Malvinas son Argentinas’ saat merayakan kemenangan atas Inggris di semifinal yang berlangsung di Atlanta Stadium. FIFA memiliki aturan kaku soal netralitas. Mereka mengharamkan segala bentuk pesan bermuatan politik disusupkan ke dalam arena pertandingan internasional.

Laporan mengenai nominal denda ini sempat simpang siur di media internasional. Sejumlah pihak awal mulanya menyebut angka 235.647 poundsterling. Namun, catatan terbaru dari The Guardian mengonfirmasi angka 321.000 dolar AS.

Jumlah tersebut ternyata tidak hanya mencakup insiden spanduk, tetapi juga mencakup pelanggaran terkait perilaku diskriminatif dan rasial yang dilakukan oleh suporter selama turnamen berlangsung.

FIFA tidak ingin denda ini hanya menjadi beban kosong. Sebanyak 100.000 dolar AS dari total denda tersebut bersifat ditangguhkan, sementara 100.000 dolar AS lainnya diwajibkan untuk dialokasikan oleh AFA guna mendanai kampanye anti-diskriminasi. Langkah ini menjadi upaya FIFA untuk memaksa federasi memperbaiki kultur suporter dan pemain mereka.

Dampak nyata bagi sepak bola Argentina pun segera terasa. AFA diperintahkan membatasi jumlah penonton pada dua laga kandang berikutnya dengan kapasitas maksimal hanya 50 persen dari stadion. Pembatasan ini sekaligus menjadi tamparan keras bagi asosiasi sepak bola dunia lainnya.

Pesannya jelas: integrasi geopolitik ke dalam lapangan hijau adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar jika ingin menjaga integritas kompetisi global.

Kini, publik Argentina hanya bisa menunggu masa berlaku sanksi ini berakhir sambil berharap tim nasional mereka mampu berbenah diri dari perilaku yang jauh dari nilai sportivitas.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda