Senin, 24 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Muncul bintik air di tangan? Kenali 7 penyebabnya

Bintik air di tangan pada telapak dan sela jari
Bintik air di tangan bisa muncul karena eksim dishidrotik, dermatitis kontak, kudis, hingga infeksi kulit. (Ilustrasi: AI)

Berbeda dengan eksim atau iritasi ringan, kudis memerlukan obat khusus untuk membasmi tungau. Karena dapat menular lewat kontak kulit yang dekat, orang yang tinggal serumah juga bisa perlu diperiksa dan ditangani sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Gesekan berulang juga bisa memunculkan bintik berisi cairan. Ini terjadi saat tangan terus-menerus memakai alat tertentu, berolahraga, atau melakukan aktivitas yang memberi tekanan pada kulit. Lepuhan terbentuk sebagai respons tubuh untuk melindungi area yang mengalami kerusakan.

Dalam banyak kasus, lepuhan akibat gesekan dapat sembuh sendiri dalam waktu sekitar satu minggu. Penanganannya sederhana: jaga area tetap bersih, lindungi dengan plester atau penutup yang sesuai, dan hindari aktivitas yang memicu gesekan sampai kulit membaik. Jangan sengaja memecahkan lepuhan karena risiko infeksi bisa meningkat.

Infeksi kulit dan reaksi alergi juga bisa memicu

Sejumlah infeksi kulit dapat menghasilkan lepuhan atau bintik berisi cairan yang mirip dengan eksim atau dermatitis. Karena bentuknya bisa serupa, penyebabnya tidak selalu bisa dipastikan hanya dari tampilan kulit.

NHS mencatat beberapa kondisi yang dapat menyebabkan lepuhan antara lain impetigo bulosa, cacar air, herpes, infeksi jamur tertentu, dan penyakit kulit lainnya. Karena itu, bahan ANTARA menekankan agar bintik tidak dipecahkan dan benda pribadi seperti handuk tidak dibagi jika ada dugaan infeksi menular.

Reaksi alergi pada kulit tangan juga dapat muncul setelah paparan bahan tertentu. Produk kosmetik, bahan pembersih, dan logam seperti nikel termasuk pemicu dermatitis kontak alergi. Gejalanya bisa berupa gatal, kemerahan, kulit pecah-pecah, dan lepuhan berisi cairan. Kalau penyebabnya sulit dilacak atau keluhan terus berulang, dokter kulit dapat membantu mencari pemicu lewat pemeriksaan lanjutan.

Di titik ini, dampaknya terasa langsung bagi banyak orang. Tangan adalah alat kerja utama, dipakai untuk mencuci, mengetik, memasak, membersihkan, sampai beraktivitas di luar rumah. Saat kulit di bagian itu bermasalah, tugas harian bisa melambat, rasa tidak nyaman meningkat, dan kebiasaan sederhana seperti mencuci tangan pun bisa jadi sumber iritasi baru kalau penyebabnya belum dikenali.

Kapan bintik air di tangan perlu diperiksa

Tidak semua bintik air di tangan berarti eksim dishidrotik. Lokasi bintik, bentuknya, tingkat gatal, durasinya, dan gejala lain perlu diperhatikan karena diagnosis yang tepat menentukan terapi yang sesuai. ANTARA juga menyarankan beberapa langkah sederhana sambil menunggu kondisi membaik.

Jangan memecahkan bintik secara sengaja. Bila lepuhan pecah sendiri, bersihkan dengan lembut lalu lindungi memakai penutup yang bersih. Gunakan pelembap tanpa pewangi, terutama setelah mencuci tangan, dan hindari deterjen, sabun, atau bahan kimia yang dicurigai memperburuk kondisi.

Bintik air sebaiknya diperiksakan jika terus muncul, semakin banyak, terasa sangat sakit, atau tidak kunjung membaik. Pemeriksaan juga penting bila kulit makin merah, terasa panas, mengeluarkan cairan atau nanah, dan kondisi tubuh ikut memburuk karena bisa menjadi tanda infeksi.

Kalau lepuhan muncul berulang tanpa penyebab yang jelas, dokter kulit perlu memastikan apakah masalahnya eksim dishidrotik, dermatitis kontak, kudis, atau kondisi lain yang memerlukan penanganan berbeda.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 24 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir