Jumat, 28 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Perang Iran Memasuki 6 Bulan, Pakistan Cari Jalan Damai

Perang Iran dan upaya diplomatik Pakistan membuka Selat Hormuz
Pakistan mendorong jalur diplomatik saat perang Iran memasuki bulan keenam dan Selat Hormuz tetap jadi titik krusial. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — perang Iran memasuki bulan keenam pada Jumat, sementara Pakistan menyebut masih terus menempuh jalur diplomatik untuk mengakhiri perang antara Amerika Serikat dan Iran serta membuka kembali Selat Hormuz.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump justru mengatakan kepada Al Jazeera bahwa ia tidak punya batas waktu untuk menyelesaikan konflik itu. Ia juga menyebut Amerika Serikat sedang “winning very big”.

Pakistan dorong jalur diplomatik

Langkah Pakistan menandai bahwa perang ini tidak lagi cuma soal serangan dan balasan. Negara-negara kawasan kini ikut mencari jalan keluar, terutama karena Selat Hormuz punya peran besar bagi arus perdagangan dan energi global.

Dalam laporan AP, Pakistan mengatakan upaya diplomatik itu masih berjalan. Tidak ada detail rinci soal bentuk negosiasi yang ditempuh, tapi pesan utamanya jelas: Islamabad ingin ada pintu keluar sebelum konflik makin lama dan makin sulit dikendalikan.

Trump tak beri jadwal

Trump, yang pernah berjanji akan menjauhkan Amerika Serikat dari konflik luar negeri, kini menghadapi perang yang justru membayang di masa pemerintahannya. Ia mengatakan kepada Al Jazeera, “no time schedule” untuk menyelesaikan konflik yang memasuki tanda enam bulan pada Jumat.

Pernyataan itu penting karena menggambarkan perubahan nada dari janji kampanye ke realitas di lapangan. Perang yang semula diproyeksikan cepat selesai justru berlarut lebih lama dari yang ia janjikan.

AP menulis bahwa perang Iran telah merusak janji kampanye Trump untuk menjauhi konflik asing dan memberi tekanan tambahan pada Partai Republik yang memegang mayoritas tipis di Kongres. Artinya, isu ini tidak berhenti di diplomasi luar negeri. Ada dampak politik di dalam negeri Amerika Serikat, dan itu bisa ikut menentukan arah kebijakan selanjutnya.

Dampak ke politik AS dan kawasan

Taruhannya besar. Selat Hormuz tetap jadi titik sensitif karena jalur itu kerap dilihat sebagai urat nadi pengiriman energi. Kalau situasi tidak mereda, negara-negara kawasan harus terus bersiap menghadapi gangguan ekonomi, keamanan maritim, dan kalkulasi diplomatik yang makin rumit.

Al Jazeera, dalam analisis terpisah, mencatat Trump telah menulis setidaknya 319 posting soal Iran di Truth Social sejak 28 Februari hingga 25 Agustus, atau kira-kira satu unggahan setiap 14 jam. Analisis itu juga menyebut tema Iran muncul dalam satu dari setiap 13 posting Trump di periode tersebut, gambaran betapa sentralnya isu ini di ruang komunikasi politiknya.

Di saat yang sama, pemilih Amerika Serikat segera mendapat kesempatan menilai arah kebijakan itu. Konflik yang berkepanjangan, janji yang tak kunjung tuntas, dan tekanan pada mayoritas tipis Republik di Kongres membuat perang Iran berubah dari isu luar negeri menjadi beban politik domestik yang terus bertambah.

Trump sendiri tetap menegaskan keyakinannya. “I think the U.S. is winning very big,” katanya kepada Al Jazeera.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda