Gedung DPR RI sempat dipenuhi massa yang menuntut pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset pada hari demonstrasi berlangsung. Namun, alih-alih berakhir dengan bentrokan besar seperti yang banyak dikhawatirkan, aksi tersebut justru bubar lebih awal.
Polda Metro Jaya belakangan menetapkan 45 orang sebagai tersangka buntut kerusuhan kecil yang pecah saat malam mulai menyelimuti kompleks parlemen di Senayan.
Kunci keberhasilan pembubaran massa terletak di tangan Mas Botok. Tokoh penggerak asal Pati, Jawa Tengah, ini mengambil langkah tegas untuk menarik pasukannya segera setelah tuntutan mereka tersampaikan secara langsung kepada Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Manuver taktis ini sukses mematahkan skenario kelompok lain yang diduga memang menginginkan eskalasi konflik hingga larut malam. Mas Botok memilih jalan dingin, memotong potensi kekacauan sebelum api anarki membesar.
Upaya "Redam" yang Menjadi Bumerang
Strategi DPR sebelum hari-H sebenarnya cukup intens. Dua hari sebelum demonstrasi dimulai, lembaga legislatif itu mencoba melakukan pendekatan ke pihak luar dengan mengundang Lukman Hakim, seorang tokoh muda asal Pati, untuk berdialog. Sayangnya, manuver ini justru menuai kecaman luas.
Publik menilai Lukman bukan representasi dari barisan pendukung Mas Botok. Keputusan DPR merangkul figur yang dianggap tidak sejalan dengan aspirasi massa justru memperuncing kekesalan di lapangan.
Tekanan terhadap penggerak aksi pun bukan sekadar lewat jalur dialog. Dana operasional menjadi sasaran berikutnya. Rekening bank atas nama Mas Botok di Bank Mandiri dibekukan tepat sebelum massa bergerak ke Jakarta. Uang tersebut sedianya digunakan untuk akomodasi dan transportasi para pendemo.
Langkah pemblokiran ini ditengarai sebagai upaya sistematis untuk mematikan pergerakan massa sekaligus memberikan efek jera agar simpatisan lain merasa takut jika tetap mengirimkan bantuan finansial.
Meskipun pendanaan sempat macet dan ada upaya “pembungkaman” melalui dialog selektif, kematangan di lapangan menang. Ketika kelompok yang mengharapkan chaos mencoba memancing keributan di balik bayang-bayang senja, massa utama sudah tidak ada di lokasi. Mereka mematuhi instruksi pembubaran diri.
Kematangan taktis Mas Botok berhasil menepis skenario kerusuhan besar yang sempat diantisipasi banyak pihak akan menjadi tunggangan kepentingan tertentu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.