Minggu, 6 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Julián Álvarez Bertahan di Atlético, Tolak Godaan Balik ke Inggris

Julián Álvarez Bertahan di Atlético, Tolak Godaan Balik ke Inggris
Julián Álvarez Bertahan di Atlético, Tolak Godaan Balik ke Inggris. (Ilustrasi: AI)

Julián Álvarez memilih bertahan di Atlético Madrid setelah peluang pindah ke Barcelona berakhir dan tawaran kembali ke Liga Inggris ia tolak. Pada 6 September 2026, striker Argentina itu justru mengalihkan fokus ke latihan dan pembuktian diri di bawah Diego Simeone.

Keputusan itu punya dampak langsung. Masa depan Álvarez yang sempat ramai dibicarakan kini bergerak ke arah berbeda: bukan pindah klub, melainkan perebutan tempat dan kepercayaan di skuad utama Los Rojiblancos. Dukungan dari sesama pemain Argentina juga ikut menguatkan posisinya di ruang ganti.

Barcelona Gagal, Arsenal Tak Berhenti Menekan

Nama Álvarez memang jadi salah satu pusat perhatian bursa musim panas 2026. Barcelona sempat menempatkannya sebagai target utama untuk mengisi lini depan setelah Robert Lewandowski pergi. Klub Catalan itu bahkan memandang Álvarez sebagai pilihan paling pas untuk musim depan, meski Atlético menolak melepasnya. Kontrak sang penyerang masih berlaku sampai 2030, dengan klausul rilis fantastis senilai 500 juta euro. Angka yang sulit disentuh. Sangat sulit.

Di saat Barcelona mulai menyiapkan rencana cadangan, Arsenal juga tidak menyerah. Pada 23 Agustus, klub London itu masih menjalin kontak rutin dengan pihak Álvarez dan Atlético Madrid. Mikel Arteta dan departemen olahraga Arsenal disebut tetap mengincar jalan pulang bagi sang striker ke Liga Premier. Tapi sikap Atlético tegas. Mereka tidak ingin kehilangan salah satu pemain paling penting dalam skuat.

Fokus Baru di Madrid

Setelah rumor transfer mereda, Álvarez memilih langkah yang lebih sunyi tapi keras: berlatih lebih giat. Merahputih.com melaporkan, eks penyerang Manchester City itu menolak mentah-mentah tawaran kembali ke Inggris dan memusatkan perhatian untuk membalikkan keraguan publik atas performanya. Di sesi latihan, ia bahkan sempat mendapat dukungan moral dari Giuliano Simeone, Cuti Romero, dan Juan Musso. Suasana tampak cair, tapi tekanannya nyata.

Álvarez juga sempat diuji bersama tim cadangan. Namun kualitasnya tetap mencuri perhatian staf pelatih. Dalam sesi latih tanding, sentuhan dan mobilitasnya disebut masih berada di level tinggi. Itu menjadi bekal penting menjelang target comeback di Bilbao, momen yang kini menjadi tanda tanya sekaligus harapan bagi Atlético. Diego Simeone tentu paham, pemain dengan karakter seperti Álvarez jarang diam terlalu lama.

Peran di Argentina Masih Diperdebatkan

Situasi Álvarez juga terus dibahas di timnas Argentina. Lionel Scaloni pernah dihadapkan pada pilihan antara Álvarez dan Lautaro Martínez untuk posisi penyerang utama jelang laga perdana Piala Dunia 2026 melawan Aljazair. Álvarez punya keunggulan dalam sinergi dengan Lionel Messi, tetapi cedera pergelangan kaki sempat mengganggu ritmenya. Di saat yang sama, Lautaro tampil lebih meyakinkan dari sisi kebugaran dan produktivitas gol.

Perdebatan itu sempat memuncak ketika Sergio Agüero menyebut Álvarez bukan penyerang murni dalam arti tradisional dan lebih cocok bermain di beberapa peran berbeda di lini depan. Pandangan itu ikut menambah lapisan cerita pada sosok Álvarez: fleksibel, serbaguna, tapi masih terus diperdebatkan sebagai nomor 9 utama. Kini, setelah drama transfernya mereda, satu angka tetap menggantung di Madrid: klausul pelepasan 500 juta euro.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda