Senin, 7 September 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Iran Siapkan Zona Terlarang di Selat Hormuz, Kapal Terancam

Iran Siapkan Zona Terlarang di Selat Hormuz, Kapal Terancam
Iran Siapkan Zona Terlarang di Selat Hormuz, Kapal Terancam

JAKARTA — Iran mengatakan akan mengumumkan zona terlarang baru di dekat Selat Hormuz dalam beberapa hari, dan kapal yang masuk wilayah itu disebut akan dimasukkan ke daftar sanksi Iran.

Langkah ini langsung menambah tekanan di jalur pelayaran yang sangat penting bagi arus energi dunia. Di saat yang sama, Amerika Serikat masih mengandalkan kapal Angkatan Lautnya untuk mengawal tanker melewati selat tersebut.

Zona baru mulai dari garis blokade Angkatan Laut AS

Menurut laporan SCMP, pejabat keamanan tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, menyebut zona terlarang itu akan dimulai dari garis blokade Angkatan Laut AS dan mencakup area di Teluk Persia. Rezaei menyampaikan hal itu dalam pernyataan yang dikutip media negara.

Ia menegaskan bahwa setiap kapal yang masuk ke zona baru itu akan ditempatkan dalam daftar sanksi Iran. Artinya, area yang selama ini sudah sensitif karena menjadi jalur penting ekspor-impor energi kini berpotensi menghadapi pembatasan yang lebih tegas dari Teheran.

Selat Hormuz memang bukan jalur biasa. Setiap langkah di kawasan sempit itu cepat menjalar ke pasar minyak, biaya pengiriman, dan keputusan operator kapal yang melintas. Satu pengumuman bisa memicu perubahan rute, tambahan pengawalan, atau jeda operasional di pelayaran komersial. Itu sebabnya kabar soal zona baru ini tidak berhenti pada urusan keamanan semata.

AS masih kawal tanker di jalur sempit itu

Bloomberg melaporkan, Menteri Energi AS Chris Wright pada Minggu mengatakan pengawalan Angkatan Laut AS terhadap tanker yang melintas di Selat Hormuz masih penting untuk menjaga arus minyak mentah melalui jalur itu. Ia juga memberi sinyal pengawalan tersebut belum akan berakhir dalam waktu dekat.

Konteks ini membuat pengumuman Iran terasa lebih berat. Di satu sisi, Teheran ingin menunjukkan kendali atas wilayah strategisnya. Di sisi lain, Washington masih menegaskan kehadiran militernya sebagai penyangga bagi kapal niaga yang melintas.

Taruhannya jelas. Bila kapal-kapal dagang dan tanker harus menilai ulang rute atau jadwal karena ancaman sanksi baru, biaya logistik dapat ikut tertekan naik. Bagi pasar energi, setiap gangguan di Selat Hormuz langsung diperhitungkan sebagai risiko pasokan.

Langkah ini datang saat Iran juga naikkan harga bensin

Masih menurut SCMP, pengumuman zona terlarang itu muncul bersamaan dengan kebijakan lain di dalam negeri. Pemerintah Iran pada Minggu menaikkan harga bensin untuk konsumen berat, dengan harga tier ketiga dinaikkan menjadi 10.000 toman dari pagi 8 September. Juru bicara pemerintah Fatemeh Mohajerani mengatakan tier pertama dan kedua tidak berubah.

SCMP juga menyebut Iran selama bertahun-tahun menahan harga bensin lewat subsidi besar, sehingga setiap perubahan harga menjadi sensitif secara politik. Di pasar gelap, mata uang Iran pada Minggu diperdagangkan di atas 2,2 juta rial per dolar AS, menurut situs pelacak kurs yang dikutip media tersebut.

Gabungan dua kebijakan itu memberi sinyal bahwa Iran sedang menekan tombol berbeda sekaligus: memperkeras posisi di jalur laut strategis dan menata ulang beban fiskal di dalam negeri. Bagi pelaku pasar, sinyal seperti ini biasanya dibaca cepat. Apakah hanya peringatan, atau awal dari pembatasan yang lebih luas di sekitar Selat Hormuz.

Rezaei merangkum sikap itu dalam pernyataan yang dikutip televisi negara: “In the coming days, a prohibited zone will be announced outside the Strait of Hormuz.”

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda