JAKARTA — Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah mengkaji matang rencana penggabungan BMKG dan Badan Geologi. Kekhawatiran Puan muncul mengingat perbedaan tugas dan fokus mitigasi bencana dari kedua lembaga tersebut.
Wacana penggabungan dua badan meteorologi dan geologi ini terus bergulir di level eksekutif. Namun Puan memandang perlu evaluasi mendalam sebelum keputusan final diambil.
“Kedua lembaga memiliki fungsi yang berbeda. BMKG fokus pada cuaca dan iklim, sementara Badan Geologi menangani aspek geologi dan vulkanologi,” kata Puan dalam Rapat Paripurna DPR Ke-26, mengutip sumber yang diperoleh.
Perpaduan dua institusi dengan spektrum kerja berbeda dinilai Puan memerlukan kajian komprehensif. Terutama menyangkut tata kelola organisasi, sumber daya manusia, serta infrastruktur teknologi yang ada.
Indonesia sebagai negara kepulauan dengan aktivitas vulkanik tinggi dan pola cuaca tropis membutuhkan sistem peringatan dini yang solid untuk kedua aspek tersebut. Jika penggabungan terjadi tanpa persiapan matang, risiko menurunnya efektivitas peringatan bencana menjadi nyata.
Ketua DPR tidak menolak outright rencana ini. Dia menekankan pentingnya proses yang terukur dan melibatkan para ahli dari berbagai disiplin ilmu sebelum implementasi.
“Kami mendukung efisiensi pemerintahan, tapi bukan dengan mengorbankan keandalan sistem mitigasi bencana,” tegas Puan dalam sidang paripurna tersebut.
Usulan penggabungan BMKG dan Badan Geologi sebelumnya pernah diangkat dalam diskusi internal pemerintahan sebagai bagian dari upaya reorganisasi. Namun posisi DPR sebagai lembaga legislatif menjadi penting mengingat keputusan semacam ini memiliki dampak luas terhadap kebijakan publik dan keselamatan masyarakat.
Desakan Puan untuk kajian cermat ini mencerminkan kehati-hatian DPR dalam merespons setiap rencana besar pemerintah, khususnya yang menyangkut lembaga penunjang mitigasi bencana alam yang kritis bagi Indonesia.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.