KYIV — Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner bertemu Presiden Volodymyr Zelensky di Kyiv pada Minggu, sehari setelah berbicara tiga jam dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow. Kunjungan utusan AS ini menjadi dorongan diplomatik paling langsung dari Washington untuk mencoba menghidupkan kembali pembicaraan damai Ukraina-Rusia.
Pertemuan itu berlangsung saat perang belum mereda di garis depan. Di saat delegasi Amerika masuk ke ibu kota Ukraina lewat jalur darat dari Polandia, pertempuran tetap berlangsung di sepanjang garis depan 1.200km dan korban sipil masih berjatuhan.
Utusan AS bawa sinyal langkah berikutnya
Witkoff menyebut pihaknya merasa “very encouraged” setelah putaran awal pembahasan. Ia mengatakan dialog itu “substantive, important”. Sementara itu, pejabat Gedung Putih menyebut pembicaraan dengan Putin dan Zelensky juga mencakup “plans for next steps”, dengan pengumuman formal diperkirakan muncul dalam beberapa pekan ke depan.
Ini adalah kunjungan resmi pertama Witkoff dan Kushner ke ibu kota Ukraina. Sebelumnya, keduanya sudah delapan kali mendatangi Moskow. Axios mencatat ini juga menjadi kunjungan tingkat tinggi pertama pejabat AS ke Ukraina sejak Trump memulai masa jabatan keduanya.
Perjalanan ke Kyiv berlangsung setelah mereka meninggalkan Moskow pada Sabtu malam, singgah di Polandia, lalu melanjutkan perjalanan darat. Di Kyiv, Zelensky menyambut keduanya di Sophia Square, hanya beberapa ratus meter dari lokasi markas intelijen SBU Ukraina yang dihantam drone Rusia pada Jumat, sebelum menerima mereka di Saint Sophia Cathedral untuk pembicaraan bilateral.
Perang tetap panas saat diplomasi berjalan
Jeda serangan udara selama tiga hari antara Moskow dan Kyiv memang memberi ruang aman bagi rombongan Amerika masuk ke kota. Tapi di luar ibu kota, situasinya jauh dari tenang. Otoritas Ukraina menyebut sedikitnya delapan warga sipil tewas dan hampir 70 luka-luka dalam 24 jam sebelumnya.
Di sisi lain, pertahanan udara Rusia mengklaim mencegat 258 drone Ukraina di 14 wilayah pada periode yang sama. Ukraina juga melancarkan serangan drone jarak jauh ke kilang minyak Ryazan, sekitar 300 mil di dalam wilayah Rusia, dan memicu kebakaran besar di fasilitas itu.
Balasan Rusia ikut menghantam target regional Ukraina di luar Kyiv. Moskow juga mengklaim serangan rudal terhadap dua kapal kargo komersial dekat Odesa pada Minggu, dengan tuduhan kapal itu membawa pasokan militer Barat lewat Laut Hitam. Klaim-klaim ini memperlihatkan betapa rapuhnya ruang negosiasi yang sedang dibuka utusan AS.
Putin, Donbas, dan garis keras Kremlin
Setelah pertemuan di Kremlin, ajudan kebijakan luar negeri Yuri Ushakov mengatakan Putin memberi penilaian lengkap soal medan perang dan menyampaikan keyakinan penuh atas laju serangan Rusia. Menurut Ushakov, Putin menegaskan bahwa perdamaian jangka panjang harus menyentuh “root causes” konflik.
Ia menyebut pembicaraan itu konstruktif dan jujur, meski belum ada terobosan konkret. Topik lain yang ikut dibahas adalah kemungkinan kerja sama ekonomi jangka panjang antara Washington dan Moskow.
Tapi garis keras Kremlin tampaknya belum bergeser. Negosiasi sebelumnya macet karena Rusia menolak kompromi atas tuntutan penarikan total Ukraina dari kota-kota benteng di Donbas dan penolakan resmi Kyiv terhadap keanggotaan Nato.
Menteri luar negeri Rusia Sergei Lavrov juga melontarkan peringatan keras setelah tuduhan Jerman soal rencana drone di bandara. Ia menyebut itu “by and large the start of a real war”, sebuah bahasa yang makin menegaskan renggangnya hubungan Moskow dengan ibu kota-ibu kota Eropa.
Kyiv fokus pada musim dingin dan energi
Di Kyiv, pejabat Ukraina menegaskan ada batas tegas pada konsesi yang bisa mereka terima. Menteri luar negeri Andrii Sybiha, dengan merujuk pada besarnya kerugian Rusia, mengatakan Moskow berada dalam posisi “no position” untuk mengatur syarat damai.
Pembicaraan di Kyiv juga menyinggung kebutuhan energi musim dingin Ukraina. Otoritas setempat berpacu memperkuat sistem pemanas kota dan pasokan listrik sebelum suhu turun, setelah serangan sebelumnya menghancurkan 9GW kapasitas pembangkit.
National security advisers dari Inggris, Prancis, dan Jerman dijadwalkan ikut dalam pembahasan lanjutan yang lebih luas, dengan fokus pada koordinasi jaminan energi dan keamanan jangka panjang. Di lapangan, perang masih berjalan. Diplomasi baru mulai bergerak, dan hasilnya belum terlihat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.