Kamis, 10 September 2026 WIB
BREAKING
POLITICS

Fluminense Masih Tajam, Jadwal Padat Menanti di Maracanã

Fluminense Masih Tajam, Jadwal Padat Menanti di Maracanã
Fluminense Masih Tajam, Jadwal Padat Menanti di Maracanã. (Ilustrasi: AI)

Fluminense datang ke laga berikutnya dengan beban yang jelas: menjaga laju di papan atas sambil mengatasi jadwal kandang yang rapat. Kamis, 16 September 2026, klub asal Rio de Janeiro itu akan menjamu Juventude di Maracanã pada pekan ke-28 Brasileirão, hanya beberapa hari setelah menelan kekalahan tipis dari Mirassol.

Empat laga kandang, tes pertama di depan publik sendiri

Pertemuan melawan Juventude bukan sekadar pertandingan biasa. Fluminense akan memulai rangkaian empat laga kandang beruntun, dan momentum awalnya terasa penting. Kekalahan 1-2 dari Mirassol di laga tunda pekan ke-13 membuat tim besutan Tricolor harus segera merespons agar tidak kehilangan pijakan di persaingan atas. Di klasemen sementara, Fluminense berada di posisi keempat dengan 45 poin dari 26 pertandingan, tepat di belakang Flamengo, Palmeiras, dan Athletico Paranaense.

Kondisi tim juga tak sepenuhnya ideal. Lucho Acosta disebut berpeluang absen karena manajemen beban latihan, setelah tidak ikut sesi latihan pekan ini. Keno berada dalam status serupa. Kevin Serna yang baru tiba di Rio de Janeiro juga belum pasti masuk daftar pemain. Situasi ini membuat pilihan di lini serang dan tengah sedikit menyempit, meski Fluminense tetap punya fondasi yang kuat untuk memulai tekanan sejak awal.

Cano tetap jadi tumpuan, tapi rotasi tak bisa dihindari

Dalam proyeksi susunan pemain, nama German Cano masih menonjol sebagai ujung tombak. Di belakangnya, Fluminense diperkirakan menurunkan Fábio di bawah mistar, lalu Samuel Xavier, Thiago Silva, Freytes, dan Renê di lini belakang. Hércules, Martinelli, serta Lima disiapkan mengisi sektor tengah. Lalu ada Canobbio, Riquelme atau Soteldo, plus Cano di depan. Komposisi ini menunjukkan bahwa pelatih masih bisa bertumpu pada pengalaman dan keseimbangan, walau beberapa pemain penting tidak dalam kondisi puncak.

Juventude datang dengan cerita yang berbeda. Mereka baru saja dihajar Palmeiras 4-1 dalam laga tunda pekan ke-12 dan kini menghadapi lawan yang jauh lebih stabil. Fluminense memang masih menyisakan tanda tanya soal kebugaran beberapa pemain, tapi lawan yang akan datang ke Maracanã juga tidak sedang berada dalam fase nyaman. Soal ini, detail kecil bisa menentukan. Satu duel udara, satu transisi cepat, satu penyelesaian bersih. Cukup.

Masih di jalur tinggi sejak menembus Eropa

Nama Fluminense juga terus membawa gema dari capaian besar musim sebelumnya. Pada 2023, klub ini merebut gelar Copa Libertadores untuk pertama kalinya setelah menumbangkan Boca Juniors 2-1 di Maracanã. Gol penentu John Kennedy pada menit akhir jadi momen yang mengubah status mereka di peta sepak bola Amerika Selatan. Setahun kemudian, mereka kembali menunjukkan karakter besar di panggung dunia.

Pada Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, Fluminense menyingkirkan Inter Milan 2-0 di babak 16 besar di Charlotte. German Cano dan Hercules Nascimento mencetak gol yang memastikan langkah ke perempat final. Inter sebenarnya menguasai bola lebih banyak, tetapi Fluminense tampil efisien saat peluang datang. Pola itu masih terasa relevan sampai sekarang: tidak selalu dominan, tapi cukup tajam ketika ruang terbuka.

Sementara itu, perhatian terhadap Fluminense juga ikut terdorong oleh nama-nama besar yang pernah bersinggungan dengan mereka. Jesse Lingard, dalam debutnya bersama Corinthians, justru mengalami awal yang pahit ketika timnya kalah 1-3 dari Fluminense di Maracanã. Bagi Fluminense, cerita-cerita seperti itu mempertegas satu hal: tim ini masih kerap jadi ujian berat bagi siapa pun yang datang ke Rio. Kamis nanti, Juventude akan menghadapinya lagi.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda