Trump ubah nada, pasar masih menunggu arah baru
Presiden Trump pada Rabu mengakui harga minyak mungkin belum turun sampai setelah pemilu sela November. Ia mengatakan harga minyak akan mulai turun setelah pemilu, namun relief itu bisa datang “a little bit longer than the midterms.”
“I think for gasoline, we’ll get them below $2 a gallon. But not until after the midterms,” kata Trump.
Pernyataan itu berbeda dari ucapannya awal pekan ini, ketika ia memprediksi harga minyak akan turun “precipitously” setelah AS menang dalam perang Iran dan penurunan itu terjadi “quickly.”
“We have seen a dramatic decline in gasoline prices, in diesel prices,” kata Energy Secretary Chris Wright kepada CNN pada Maret lalu, dalam kutipan yang kembali disorot saat proyeksi baru EIA keluar.
Pasokan dunia belum pulih, harga bisa bertahan tinggi
EIA tetap memperkirakan crack spread diesel — ukuran margin penyulingan — akan turun stabil hingga pertengahan 2027. Asumsi itu bertumpu pada kembalinya lalu lintas tanker yang normal melalui Hormuz dalam waktu dekat, sehingga kilang di Arab Saudi dan Kuwait bisa menambah ekspor distilat.
Tapi ada catatan penting. Jika aliran dari Timur Tengah masih terhambat melewati akhir 2026, EIA menyebut crack spread global akan lebih tinggi dari perkiraan saat ini. Gangguan kilang Rusia juga diperkirakan memengaruhi pasar dunia sampai paruh pertama 2027.
Untuk saat ini, pasar masih menunggu arah berikutnya. Patrick De Haan dari GasBuddy mengatakan pada Selasa bahwa rata-rata harga diesel ritel di AS bisa menembus US$6 per galon dalam waktu sekitar satu minggu.
EIA sendiri menegaskan outlook mereka akan diperbarui setiap bulan dan bisa direvisi lagi jika kondisi pasar berubah. Jadi, angka hari ini belum tentu jadi angka terakhir.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.