Masalah lain yang disadari warga adalah sedimentasi—endapan lumpur yang membuat kali semakin dangkal dan menyempit. Syukron menunjukkan endapan lumpur di sekitar saluran pembuangan dekat PDAM Babelan. Meski melihat PDAM berkontribusi pada kondisi ini, warga di sekitar lokasi tidak menggunakan air PAM untuk kebutuhan sehari-hari; mereka mengandalkan sumur bor atau sumur timba.
Janji Pemerintah Berulang Kali Meleset
Pemerintah sudah mengetahui masalah Kali Irigasi Kebalen. Pihak kelurahan dan pemerintah pernah datang meninjau. Namun, pengecekan itu tidak diikuti tindakan nyata di lapangan.
Syukron mengatakan warga berulang kali menanyakan kapan sampah akan ditangani, namun setiap kali mendapat jawaban dengan jadwal berbeda. “Ditanyain, ‘Kapan nih?’ ‘Minggu besok.’ ‘Rabu besok.’ Ya terus akhirnya ya sampai itu warga inisiatif ngangkat sendiri,” kenangnya.
Sukri bahkan pernah menyuarakan masalah ini kepada mantan Bupati Bekasi Dani Ramdan saat mengikuti sebuah kegiatan. “Sempat juga saya angkat masalah ini terkait masalah sampah, terus sedimentasi yang di akibatin sama limbahnya PDAM. Cuma beliau bilang, ‘Ya nanti kita adain gerakan,” kenang Sukri. Namun, usulan itu diajukan setahun yang lalu dan hingga kini belum ada kelanjutan.
Normalisasi Terhenti di Jembatan VGH
Normalisasi Kali Irigasi Kebalen pernah dilakukan, namun hanya sampai di sekitar Jembatan Vila Gading Harapan (VGH). Dari kawasan itu menuju lokasi tumpukan sampah masih belum dilanjutkan. Sukri mengatakan alasan penghentian berkaitan dengan anggaran yang belum turun dan efisiensi.
“Katanya sih yang kemarin karena anggarannya enggak belum turun ya istilahnya atau apalah efisiensi atau segala macam, nah proyek itu sampai situ doang dulu,” ungkapnya.
Pemerintah disebut akan melanjutkan normalisasi tahun ini, tetapi hingga akhir tahun tidak ada perkembangan. “Nah kemungkinan katanya tahun ini, cuma sampai udah mau akhir tahun ini belum ada lanjutan-lanjutan lagi,” kata Sukri dengan kekhawatiran.
Bagi warga, persoalan Kali Irigasi Kebalen bukan hanya soal sampah. Mereka juga mengkhawatirkan dampaknya terhadap aliran air dan bagi mereka yang masih memanfaatkan kali untuk pengairan. Sukri meminta masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah ke kali dan meminta pemerintah segera melanjutkan pekerjaan normalisasi yang tergantung sejak tahun lalu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.