Untuk menarik pengguna, pemerintah memberikan insentif tarif yang sangat menarik. Selama delapan hari sejak peresmian, setiap perjalanan di rute ini hanya dikenakan tarif Rp 8. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari sosialisasi layanan baru kepada warga Jakarta.
Satu rangkaian LRT di rute ini mampu mengangkut sekitar 270 penumpang per perjalanan. Pemprov menargetkan perjalanan LRT Jakarta secara keseluruhan mencapai 80 ribu penumpang per hari setelah semua stasiun operasional penuh.
Tantangan Aksesibilitas Sejak Hari Pertama
Meskipun antusiasme tinggi, pengalaman penumpang di fase awal ini tak bebas dari kendala. Beberapa penumpang melaporkan petunjuk arah menuju peron LRT dari Stasiun KRL Manggarai masih kurang jelas. Penumpang harus keluar dari area KRL, berjalan menuju gedung LRT terpisah, kemudian naik lift atau eskalator menuju peron—proses yang membuat sebagian orang sempat bingung mencari rute yang tepat.
Di Stasiun Kelapa Gading sendiri, ada catatan teknis lain: salah satu eskalator menuju area atas belum beroperasi optimal. Namun, penumpang yang mencoba rute ini pada jam sibuk pagi melaporkan bahwa suasana di dalam kereta tetap tertib meski ramai, dan pengumuman stasiun terdengar jelas.
Jakpro meminta dukungan masyarakat selama periode operasional awal ini berlangsung. “Mohon dukungan masyarakat agar kami dapat terus menghadirkan layanan LRT Jakarta yang aman, nyaman, dan terbaik bagi masyarakat,” ujar Alfin.
Investasi besar—rute ini dibangun dengan anggaran sekitar Rp 12,1 triliun dari APBD DKI Jakarta—diharapkan menjadi alternatif transportasi yang handal bagi jutaan warga Jakarta dalam jangka panjang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.