Baru pada pukul 20.38 WIB, api dinyatakan benar-benar padam dan situasi terkendali. Total 113 menit waktu yang dihabiskan petugas untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang bisa memicu kebakaran susulan. Suasana baru mulai berangsur normal setelah proses pendinginan selesai dilakukan oleh petugas di seluruh lantai yang terdampak.
Meskipun korsleting listrik pada panel lantai 8 menjadi temuan awal sebagai pemicu kebakaran, pihak kepolisian dan damkar masih melakukan pendalaman investigasi untuk memastikan penyebab pasti. Kerugian materiel akibat insiden ini tidak main-main. Pihak berwenang menaksir kerugian ekonomi yang ditimbulkan mencapai Rp1,5 miliar.
Besarnya nilai kerugian tersebut tentu menjadi pukulan bagi para penghuni yang terdampak. Kini, pihak pengelola apartemen harus segera melakukan pengecekan ulang terhadap sistem kelistrikan di seluruh gedung untuk mencegah insiden serupa terulang.
Standar keamanan gedung tinggi kembali diuji, dan kecepatan respons tim damkar malam itu menjadi faktor krusial yang mencegah tragedi ini berubah menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar.
Para penghuni yang sempat diungsikan kini menunggu arahan lebih lanjut dari pihak pengelola terkait kondisi unit mereka yang sempat dilalap api. Investigasi mendalam soal penyebab teknis korsleting ini pun menjadi langkah prioritas pihak berwajib dalam beberapa hari ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.