Pemerintah Kabupaten Solok terus memantau perkembangan di lapangan. Bantuan logistik, berupa selimut, air bersih, dan makanan siap saji, sudah didistribusikan ke kantong-kantong pengungsian. Fokus saat ini adalah memastikan tidak ada warga yang terjebak di area yang masih rawan longsor susulan, mengingat curah hujan di Solok masih tinggi sejak beberapa hari terakhir.
Kondisi geografis Solok yang didominasi perbukitan memang menjadi tantangan tersendiri. Setiap kali hujan dengan intensitas tinggi turun, risiko banjir bandang selalu mengintai. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera mengevakuasi diri jika melihat perubahan warna air sungai menjadi keruh pekat atau mendengar suara gemuruh dari hulu.
Kepala BPBD Kabupaten Solok menyatakan bahwa normalisasi akses jalan menjadi prioritas utama hari ini. Targetnya, jalur logistik antarprovinsi bisa kembali dilalui kendaraan meski dengan sistem buka-tutup. Namun, pemulihan total diperkirakan memakan waktu beberapa hari karena banyaknya material sedimen yang menimbun bahu jalan hingga mencapai ketebalan setengah meter.
Hingga Selasa pagi, petugas masih berjibaku memindahkan batu-batu besar yang berserakan di tengah badan jalan. Masyarakat setempat mulai bergotong-royong membersihkan sisa lumpur di depan rumah masing-masing, berharap cuaca tetap cerah agar proses pembersihan tidak terhambat oleh hujan susulan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.