JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Sekitar 50 ribu buruh dari Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) turun ke jalan hari ini, Kamis (24/9/2026), menggelar aksi damai di koridor Jalan Jenderal Sudirman, MH Thamrin, hingga Gedung DPR/MPR RI. Aksi ini menyoroti pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Ketenagakerjaan yang dianggap krusial bagi kesejahteraan pekerja.
Massa buruh memulai pergerakan dari kawasan Semanggi, menuju depan Menara UOB di Jalan MH Thamrin dekat Grand Indonesia, sebelum bergerak ke Kompleks Parlemen. Kepadatan lalu lintas diperkirakan terjadi mulai pukul 10.00 WIB hingga sore hari di sejumlah ruas jalan Ibu Kota. Polda Metro Jaya telah menyiagakan 1.550 personel lalu lintas untuk mengamankan dan merekayasa arus kendaraan.
Fokus utama aksi ini adalah mendesak percepatan dan pengesahan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan. Sebelumnya, rencana unjuk rasa serupa pada 17 September sempat ditunda untuk memberi ruang dialog dengan Panja Komisi IX DPR pada 16 September lalu. Namun, karena aspirasi belum sepenuhnya terakomodir, buruh memutuskan kembali turun ke jalan.
Ada 11 tuntutan utama yang dibawa buruh dalam aksi kali ini. Beberapa di antaranya mencakup kepastian kerja dan penghapusan sistem outsourcing, di mana pekerja kontrak dituntut maksimal satu tahun sebelum diangkat menjadi karyawan tetap. Selain itu, mereka juga menuntut sistem pengupahan dan kenaikan upah yang layak, mekanisme Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) serta pesangon yang adil, perlindungan bagi pekerja platform digital seperti ojek online dan kurir, jaminan sosial, perlindungan khusus bagi buruh perempuan dan pekerja disabilitas, serta program peningkatan keterampilan pekerja.
Presiden KSPSI, Andi Gani Nena Wea, menegaskan bahwa aksi ini akan difokuskan di luar Bundaran Hotel Indonesia dan massa buruh akan mengirimkan petisi langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan keseriusan dan harapan besar buruh agar aspirasi mereka didengar dan diwujudkan oleh pemerintah.
Terkait dampak lalu lintas, TMC Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi kemacetan di area Sudirman-Thamrin, Monas, dan sekitar Gedung DPR/MPR. Kabid Humas Polda Metro Kombes Budi Hermanto menyarankan warga merencanakan perjalanan lebih awal atau mencari rute alternatif. Beberapa rute alternatif yang disarankan antara lain dari arah barat melalui Tomang Raya, Suryopranoto, Harmoni, hingga Tugu Tani. Sementara dari selatan bisa menggunakan Tendean, Rasuna Said, dan Cokroaminoto. Dari arah timur, bisa lewat Jatinegara dan Kramat Raya.
Aksi buruh ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional yang juga diperingati pada 24 September. Ini membuat beberapa daerah lain, seperti Luwu Timur, Sulawesi Selatan, juga mengalami aksi unjuk rasa petani yang serentak. Namun, untuk wilayah Palembang dan Sumatera Selatan, situasi dilaporkan kondusif tanpa ada demo besar, hanya pemantauan di DPRD Sumsel.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.