Kamis, 24 September 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 24 September 2026: Pertalite Tetap, Pertamax Turbo Naik

Harga BBM Pertamina
Harga BBM Pertamina Hari Ini Kamis 24 September 2026: Pertalite Tetap, Pertamax Turbo Naik. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM — Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Pertamina per Kamis, 24 September 2026, telah resmi berlaku di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Indonesia. PT Pertamina Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi, seperti Pertalite dan Biosolar, tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026.

Namun, beberapa jenis BBM non-subsidi mengalami penyesuaian harga per 1 September 2026, yang masih berlaku hingga hari ini. Penyesuaian ini mengikuti fluktuasi harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah.

Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina yang berlaku di wilayah DKI Jakarta (dengan PBBKB 5%), yang menjadi acuan untuk wilayah Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara:

Jenis BBM RON/CN Harga 24 Sept 2026 (per liter)
Pertalite (Subsidi) RON 90 Rp10.000
Pertamax RON 92 Rp15.950
Pertamax Green 95 RON 95 Rp16.600 – Rp19.150
Pertamax Turbo RON 98 Rp19.600
Biosolar Subsidi CN 48 Rp6.800
Dexlite CN 51 Rp23.700
Pertamina Dex CN 53 Rp25.200

Data ini konsisten dengan informasi resmi Pertamina Patra Niaga per 1 September 2026. Meskipun ada beberapa catatan dari GoodStats per 24 September 2026 yang sempat mencatat harga sedikit berbeda untuk Pertamax (Rp16.250), Pertamax Turbo (Rp19.300), dan Pertamax Green (Rp17.000), perbedaan ini disebut sebagai dinamika tren data. Acuan resmi Pertamina tetap mengacu pada harga Rp15.950 untuk Pertamax dan Rp19.600 untuk Pertamax Turbo.

Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

Penyesuaian harga pada BBM non-subsidi dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk harga minyak mentah global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta pajak. Selain itu, tingkat daya beli masyarakat juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penetapan harga.

Beberapa jenis BBM non-subsidi yang mengalami kenaikan harga signifikan per 1 September lalu meliputi:

  • Pertamax Turbo: Dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 (naik Rp1.300)
  • Dexlite: Dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 (naik Rp4.000)
  • Pertamina Dex: Dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 (naik Rp4.050)
  • Pertamax Green 95: Mencapai Rp19.150 di beberapa wilayah dari sebelumnya Rp16.600.

Kenaikan ini tentu saja berdampak pada pengeluaran harian masyarakat yang menggunakan kendaraan bermotor dengan jenis bahan bakar tersebut. Perubahan harga BBM non-subsidi ini adalah respons terhadap pergerakan pasar energi global, yang memang kerap fluktuatif.

Harga Subsidi Tetap Aman Hingga Akhir 2026

Meskipun ada kenaikan pada BBM non-subsidi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk mempertahankan harga Pertalite dan Biosolar subsidi. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga, terutama bagi kelompok masyarakat yang sangat bergantung pada kedua jenis bahan bakar tersebut untuk aktivitas sehari-hari dan mobilitas.

Ketetapan ini memberikan kepastian bagi jutaan pengendara motor dan mobil pribadi, serta sektor transportasi publik dan logistik yang banyak menggunakan Pertalite dan Biosolar. Artinya, hingga akhir tahun 2026, harga kedua jenis BBM subsidi ini akan tetap berada di angka Rp10.000 per liter untuk Pertalite dan Rp6.800 per liter untuk Biosolar.

Perbedaan Harga di Berbagai Wilayah

Perlu diingat bahwa harga BBM Pertamina dapat berbeda di luar wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Perbedaan ini disebabkan oleh tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah. Sebagai contoh, di Riau, harga Pertamax tercatat Rp16.650, Pertamax Turbo Rp20.450, Dexlite Rp24.750, dan Pertamina Dex Rp26.300. Sementara itu, harga di Sumatera Selatan (Palembang) umumnya tidak jauh berbeda dengan Jawa, selisih sekitar Rp200 hingga Rp500 per liter.

Perbedaan harga antar daerah ini menunjukkan bahwa kebijakan penetapan harga BBM juga mempertimbangkan aspek regional. Bagi konsumen di daerah dengan PBBKB yang lebih tinggi, biaya pembelian bahan bakar akan sedikit lebih mahal dibandingkan dengan daerah lain.

Untuk mengoptimalkan pengeluaran, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa harga terbaru melalui aplikasi resmi MyPertamina yang juga menyediakan informasi promo dan poin reward. Pemilihan jenis BBM juga harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin kendaraan untuk efisiensi dan performa terbaik.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair