Dari perbandingan ini, Pertamina Pertamax (RON 92) menjadi pilihan termurah untuk kategori RON 92, yakni Rp15.950, lebih murah Rp180 dibandingkan BP 92 dan Vivo Revvo 92 yang sama-sama Rp16.130. Untuk RON 95, Pertamax Green 95 dengan Rp16.600 jauh lebih terjangkau dibanding BP Ultimate seharga Rp19.330, dengan selisih Rp2.730. Sementara itu, Dexlite CN 51 dari Pertamina juga paling murah di kategori diesel dengan Rp23.700, lebih hemat Rp1.720 dibandingkan Shell V-Power Diesel, BP Ultimate Diesel, dan Vivo Diesel Primus Plus yang seharga Rp25.420.
Penyebab Kelangkaan dan Kenaikan
Kelangkaan stok dan kenaikan harga pada BBM swasta ini tidak terlepas dari beberapa faktor. Sejak Agustus 2026, kuota impor BBM swasta dilaporkan terhambat oleh regulasi dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Bersamaan dengan itu, harga minyak dunia juga menunjukkan tren kenaikan.
Melansir Genvoice.id pada 2 September 2026, Vivo mengalami kekosongan stok Revvo 95 dan Diesel, sementara Shell hanya memiliki pasokan diesel. LintasJabar dan RCTI+ pada 7 September 2026 juga mengonfirmasi kenaikan harga diesel sebesar Rp3.500. Kondisi ini membuat pilihan bagi konsumen kian terbatas, terutama bagi mereka yang mengandalkan BBM dengan oktan tinggi atau jenis diesel tertentu.
Mengingat fluktuasi stok dan harga yang cepat berubah, sangat disarankan bagi para pengendara untuk selalu memeriksa ketersediaan dan harga terbaru melalui aplikasi resmi seperti Shell Asia, BPme, atau MyPertamina sebelum menuju SPBU. Langkah ini dapat membantu memastikan perjalanan tidak terkendala dan pengisian BBM lebih efisien.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.