Minggu, 27 September 2026 WIB
BREAKING
DAERAH

Warga Sade Bangun Kembali Rumah Adat yang Terbakar

Warga Sade Bangun Kembali Rumah Adat yang Terbakar
Warga Kampung Adat Sade menyiapkan rangka atap dari bambu untuk membangun kembali rumah adat yang terbakar. Mereka

LOMBOK TENGAH — Warga Kampung Adat Sade tidak menunggu lama untuk memulihkan rumah mereka. Sepekan setelah kebakaran, mereka sudah menyiapkan rangka atap dari bambu, menggelar bata merah, dan menata ulang pondasi dengan cepat dan mandiri. Sabtu (26/9/2026), suara palu dan deretan bambu yang dipotong terdengar jelas di Desa Rembitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Keputusan warga untuk langsung membangun kembali rumah adat mereka menjadi cerminan ketangguhan komunitas lokal. Mereka tidak menunggu desain penataan kawasan yang sedang disiapkan Pemerintah Provinsi NTB — yang hingga kini belum rampung dan belum disosialisasikan kepada warga.

Setiap bangunan yang dibangun kembali mengikuti tradisi masyarakat Sade turun-temurun: menggunakan bahan lokal seperti bambu untuk kerangka, ijuk untuk atap, dan batu alam untuk fondasi. Bentuk rumah tetap mempertahankan ciri khas adat dengan tata ruang yang telah diwariskan selama berabad-abad.

Proses Pemulihan Berlangsung Cepat

Ribuan warga terdampak kebakaran memulai proses pemulihan ini dengan cara yang paling praktis: bekerja bersama dengan memanfaatkan material yang tersedia di sekitar kampung. Tidak ada mesin berat, hanya alat-alat tradisional dan tenaga manusia yang terkoordinasi dengan baik. Gotong royong antar rumah tangga dan keluarga menjadi kunci kecepatan pembangunan ini.

Pilihan untuk membangun mandiri tanpa menunggu arahan pemerintah ini juga didorong oleh kebutuhan mendesak. Cuaca musim penghujan akan segera tiba, dan warga memahami bahwa setiap hari yang terlewat berisiko terhadap keselamatan keluarga mereka. Anak-anak, lansia, dan harta benda perlu perlindungan dari hujan dan angin.

Desain Pemerintah Masih Menunggu Sosialisasi

Pemerintah Provinsi NTB telah menyiapkan rancangan penataan kawasan Kampung Adat Sade yang komprehensif. Desain ini dimaksudkan untuk memastikan pembangunan kembali berjalan teratur dan mempertahankan nilai budaya sekaligus meningkatkan standar keselamatan. Namun, proses finalisasi dan sosialisasi ke warga masih dalam tahap lanjut.

Kesenjangan antara desain pemerintah dan keputusan warga untuk segera membangun menciptakan situasi unik. Di satu sisi, inisiatif warga menunjukkan kepercayaan diri dan kemandirian dalam menangani krisis. Di sisi lain, pembangunan yang tidak terkoordinasi dengan desain pemerintah berisiko menciptakan tata letak yang berbeda dengan rencana awal atau mengabaikan beberapa aspek keselamatan modern.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 27 September 2026: Cara Cek NIK KTP Online