JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Informasi terbaru per 28 September 2026 mengungkapkan rincian potongan iuran BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Penerima Upah (PPU) kini hanya 3% dari gaji. Kebijakan ini juga diikuti diskon iuran 50% untuk Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) yang berlaku mulai April hingga Desember 2026, dengan skema khusus untuk ojek online (ojol) dan kurir hingga Maret 2027.
Perubahan ini bertujuan untuk meringankan beban pekerja sekaligus memperluas cakupan kepesertaan. Selain itu, proses pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) kini semakin mudah melalui aplikasi JMO, bahkan tanpa paklaring, dengan pencairan kurang dari Rp10 juta dapat dilakukan dalam satu hari kerja.
Rincian Potongan Iuran BPJS Ketenagakerjaan PPU Terbaru 2026
Untuk tahun 2026, potongan langsung dari gaji pekerja PPU adalah 3%. Rinciannya meliputi Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 2% dari pekerja dan 3,7% dari perusahaan, dengan total 5,7% yang berfungsi sebagai tabungan jangka panjang. Jaminan Pensiun (JP) dipotong 1% dari pekerja dan 2% dari perusahaan, total 3%, untuk penghasilan rutin setelah pensiun.
Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) tidak dipotong dari pekerja, melainkan ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan dengan besaran 0,24% hingga 1,74% sesuai tingkat risiko. Demikian pula Jaminan Kematian (JKM) yang ditanggung perusahaan sebesar 0,3%. Sementara itu, Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) didanai oleh pemerintah melalui rekomposisi iuran. Jadi, dari gaji Rp5.000.000, potongan BPJS Ketenagakerjaan hanya Rp150.000 per bulan. Jika ditambah BPJS Kesehatan 1%, total jaminan sosial yang dipotong dari pekerja menjadi 4%, sementara perusahaan menanggung total sekitar 7,94%.
Diskon 50% Iuran BPU: April-Desember 2026 dan Ojol Hingga Maret 2027
BPJS Ketenagakerjaan mendorong iuran yang lebih ringan bagi Pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) dengan skema diskon 50%. Skema normal iuran BPU minimal adalah Rp16.800 per bulan, terdiri dari JKK 1% (minimal Rp10.000) dan JKM fixed Rp6.800, ditambah JHT opsional mulai Rp20.000.
Dengan diskon 50% otomatis, iuran JKK menjadi Rp5.000 dan JKM Rp3.400, sehingga total hanya Rp8.400 per bulan untuk penghasilan Rp1 juta. Diskon ini berlaku selama sembilan bulan, dari April hingga Desember 2026, dengan total biaya hanya Rp75.600. Syaratnya, peserta harus terdaftar BPU (selain sektor transportasi untuk skema umum), berstatus aktif, dan membayar iuran tepat waktu. Pendaftaran bisa melalui aplikasi JMO Jamsostek Mobile atau situs bpjsketenagakerjaan.go.id, dengan pembayaran via Indomaret, Alfamart, kantor pos, agen bank, e-commerce, atau dompet digital.
Pekerja ojol dan kurir paket mendapatkan diskon 50% untuk JKK-JKM selama 15 bulan, dari Januari 2026 hingga Maret 2027. Skema ini berlaku bagi pengemudi dan kurir platform maupun non-platform, baik yang aktif maupun baru mendaftar, selama iuran tidak dibayar oleh APBN/APBD. Meskipun iuran ringan, manfaat yang diterima tetap utuh.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.