JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pemerintah Indonesia meluncurkan kebijakan inovatif di sektor properti dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada tahun 2026, termasuk skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dengan tenor hingga 40 tahun dan bunga tetap 5 persen. Kebijakan ini juga menyertakan program uang muka nol persen khusus untuk mitra pengemudi Gojek, menjadi angin segar di tengah stagnasi penjualan rumah subsidi.
Langkah ini diambil untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) serta mempercepat realisasi Program Tiga Juta Rumah. Kebijakan ini diharapkan dapat menyerap stok rumah subsidi yang masih tersedia dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Realisasi FLPP 2026 Masih 44 Persen
Hingga 21 September 2026, realisasi KPR FLPP baru mencapai 154.034 unit atau sekitar 44 persen dari target 350.000 unit. Angka ini naik tipis dari 147.871 unit pada 10 September dan 148.800 unit pada 16 September.
Menteri Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, menyoroti lambatnya serapan ini dalam rapat evaluasi di Kantor Tapera. Beliau mendesak perbaikan sumber daya manusia (SDM) dan inovasi untuk mengejar target. Dengan sisa tiga bulan di tahun 2026, BP Tapera berencana menyiapkan akad massal 71.000 rumah subsidi pada Desember 2026. Kendala utama yang dihadapi meliputi perizinan lahan dan keberadaan lahan pertanian pangan berkelanjutan (LP2B), yang membutuhkan koordinasi lebih lanjut dengan Kementerian ATR/BPN. Sosialisasi masif dan canvassing digital juga digencarkan untuk menjangkau MBR.
Pada tahun 2025, realisasi FLPP mencapai rekor tertinggi dengan 270.985 unit senilai Rp33,66 triliun. Bank BTN menjadi penyalur terbesar dengan 128.608 unit. Untuk tahun 2026, target awal ditetapkan 285.000 unit dengan dana Rp37,1 triliun, di mana Rp25,1 triliun berasal dari DIPA dan sisanya dari pengembalian pokok dan saldo awal.
BNI menunjukkan performa signifikan dalam penyaluran FLPP. Hingga Agustus 2026, BNI telah menyalurkan 9.670 unit senilai Rp1,21 triliun, menguasai pangsa 6,91 persen dari unit dan 6,96 persen dari nilai. Angka ini merupakan peningkatan 29 persen dalam jumlah unit dan 28 persen dalam nilai dibandingkan tahun 2025 yang hanya 7.498 unit senilai Rp944 miliar. BNI memiliki mandat menyalurkan 17.356 unit pada 2026 dan menggandeng 1.960 pengembang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.