JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) per 2 Oktober 2026 dipastikan tidak mengalami kenaikan. PT Pertamina (Persero) bersama sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta kompak mempertahankan harga BBM di level yang sama dengan periode September 2026.
Keputusan ini menjadi kabar baik bagi masyarakat, terutama pengendara, di tengah fluktuasi harga minyak mentah global. BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan tidak akan naik hingga akhir tahun 2026.
Harga BBM Pertamina: Subsidi Dijamin Aman Hingga Akhir 2026
Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa harga BBM subsidi, yakni Pertalite dan Biosolar, akan tetap stabil hingga 31 Desember 2026. Sementara itu, untuk BBM non-subsidi, harga juga dipertahankan sama dengan periode sebelumnya. Penyesuaian harga BBM non-subsidi terakhir dilakukan pada awal September 2026.
Berikut daftar lengkap harga BBM Pertamina yang berlaku per 2 Oktober 2026 untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:
| Jenis BBM | RON / CN | Harga / Liter | Status |
|---|---|---|---|
| Biosolar (Subsidi) | CN 48 | Rp6.800 | Tetap subsidi |
| Pertalite (Subsidi) | RON 90 | Rp10.000 | Tetap subsidi |
| Pertamax | RON 92 | Rp15.950 | Tetap |
| Pertamax Green 95 | RON 95 | Rp19.150 | Tetap |
| Pertamax Turbo | RON 98 | Rp19.600 | Tetap |
| Dexlite | CN 51 | Rp23.700 | Tetap |
| Pertamina Dex | CN 53 | Rp25.200 | Tetap |
Untuk wilayah di luar Jawa, terdapat sedikit perbedaan harga karena faktor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) dan biaya distribusi. Sebagai contoh, di Kalimantan Barat, Pertamax dibanderol Rp16.300 per liter, Pertamax Turbo Rp20.000, Dexlite Rp24.200, dan Pertamina Dex Rp25.750. Namun, harga Pertalite di sana tetap Rp10.000.
Harga BBM SPBU Swasta Juga Stabil
Tidak hanya Pertamina, SPBU swasta seperti BP dan Vivo juga kompak tidak melakukan perubahan harga BBM per 2 Oktober 2026. Harga untuk BBM RON 92 di kedua SPBU ini adalah Rp16.130 per liter, dan RON 95 seharga Rp19.330 per liter.
Sementara itu, Shell yang lebih fokus pada produk diesel, mempertahankan harga Shell V-Power Diesel di angka Rp25.420 per liter. Stabilitas harga ini menunjukkan adanya keselarasan kebijakan di pasar BBM nasional di awal bulan Oktober.
Faktor Dibalik Stabilitas Harga
Keputusan mempertahankan harga BBM ini diambil meskipun terdapat beberapa dinamika di pasar minyak global. Harga minyak mentah Brent tercatat turun 2,2% menjadi US$104,38 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) melemah 2,3% menjadi US$92,44 per barel di akhir pekan sebelumnya. Nilai tukar Rupiah juga terpantau stabil di level Rp17.912 per Dolar AS, dengan BI Rate yang bertahan di 5,75%.
Pertamina terakhir kali menyesuaikan harga BBM non-subsidi pada 1-2 September 2026. Saat itu, Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600, Dexlite dari Rp19.700 menjadi Rp23.700, dan Pertamina Dex dari Rp21.150 menjadi Rp25.200. Penahanan harga pada Oktober ini merupakan kelanjutan dari kebijakan tersebut, bukan kenaikan baru.
Indonesia saat ini tercatat sebagai negara dengan harga bensin termurah kedua di Asia, setelah Malaysia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi konsumen di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu. Meskipun demikian, konsumen tetap diimbau untuk menggunakan BBM sesuai kebutuhan dan spesifikasi kendaraan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.