JAKARTA — Masuknya Rocky Gerung ke Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) memicu ejekan dan meme, sementara aturan baru Makan Bergizi Gratis (MBG) luput dari perhatian ramai. Akademikus hukum tata negara Universitas Gadjah Mada, Zainal Arifin Mochtar, menyebut Rocky sebagai seorang sofis—istilah yang punya makna lebih rumit daripada sekadar pandai berdebat.
Rocky dilantik sebagai anggota Wantimpres di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Keputusannya masuk lembaga penasihat presiden itu menjadi bahan olok-olok, termasuk karena ia menyatakan akan tetap kritis dan membedakan sikap kritis dari kritik.
Reaksi publik juga muncul dalam bentuk hujatan, meme, hingga karangan bunga dukacita bertuliskan “R.I.P Rocky Gerung”. Namun, komentar Zainal menawarkan sudut pandang lain: istilah sofis, yang dapat menjelaskan cara Rocky dikenal dalam ruang perdebatan.
Makna sofis dan pergeseran istilah
“Rocky Gerung itu seorang sofis,” ujar Zainal, sebagaimana dikutip dalam bahan JPNN.com. Sofisme bukan aliran yang diambil dari nama seseorang. Istilah itu berakar dari kata Yunani “Sophos”, yang berarti orang bijaksana karena memiliki pengetahuan luas dan terampil mengolah kata.
Di Yunani pada masa itu, orang dengan kemampuan seperti tersebut dikenal sebagai golongan sofis. Protagoras dan Gorgias disebut sebagai tokohnya. Mereka hidup sekitar 400 tahun sebelum masehi.
Maknanya kemudian bergeser. Sebutan sofis belakangan kerap bernada negatif: orang berpengetahuan luas dan pandai berdebat, tetapi menggunakan kepiawaiannya untuk memenangkan kepentingan sendiri. Perubahan konotasi itu membuat pernyataan Zainal dapat dibaca sekaligus sebagai gambaran kecakapan retorika dan kritik terhadap tujuan penggunaannya.
Bagi publik, perbedaan makna ini penting karena perdebatan tentang penunjukan Rocky tidak berhenti pada jabatan barunya. Pernyataan bahwa ia akan tetap kritis memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana sikap itu akan terlihat setelah ia berada di lembaga yang memberi pertimbangan kepada presiden.
Namun, bahan yang tersedia belum memuat rincian tugas khusus Rocky ataupun respons resmi pemerintah atas pernyataan tersebut.
Isu MBG tertutup perhatian
JPNN.com menyoroti bahwa kabar tentang aturan baru MBG tenggelam oleh perhatian terhadap masuknya Rocky ke Wantimpres. Ramainya pembicaraan mengenai pergantian Kapolri juga disebut menjadi isu yang lebih menonjol. Bahan sumber tidak menjelaskan isi aturan MBG maupun rincian pergantian tersebut, sehingga keduanya tidak dapat dibandingkan dari sisi kebijakan atau dampak secara lebih jauh.
Perhatian yang terkonsentrasi pada figur dan polemik jabatan bisa membuat pembahasan kebijakan publik kalah ruang. Dalam kasus ini, pembaca mendapat banyak reaksi terhadap Rocky, tetapi informasi tentang aturan MBG yang disebut terbit bersamaan tidak disertai penjelasan lebih lengkap dalam bahan yang tersedia.
Rocky menghadiri pelantikan di Istana Negara pada Jumat (2/10/2026). Setelah sorotan terhadap penunjukan itu, perhatian berikutnya tertuju pada bagaimana ia menjalankan peran di Wantimpres dan apakah sikap kritis yang ia janjikan akan tampak dalam kerja lembaga tersebut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.