JAKARTA — Penumpang penerbangan internasional Indonesia naik 7,25 persen pada Agustus 2026 dibandingkan bulan sebelumnya. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlahnya mencapai 1,9 juta orang, meski secara tahunan dan kumulatif sepanjang Januari-Agustus masih terjadi penurunan.
Angka bulanan ini menunjukkan aktivitas penerbangan ke luar negeri menguat dibandingkan Juli. Namun, kenaikan tersebut belum menghapus gambaran pelemahan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penumpang penerbangan internasional di bandara utama
BPS mencatat peningkatan bulanan terjadi di sejumlah bandara utama. Penumpang penerbangan internasional di Bandara Juanda Surabaya naik 11,10 persen dibandingkan Juli 2026. Di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, jumlahnya bertambah 9,88 persen.
Bandara Ngurah Rai Denpasar mencatat pertumbuhan 5,60 persen, sedangkan Bandara Kualanamu Medan meningkat 4,30 persen. Seluruh angka itu membandingkan jumlah penumpang Agustus dengan bulan sebelumnya, bukan dengan Agustus tahun lalu.
Perbandingan tahunan memberi hasil berbeda. Menurut data BPS, jumlah penumpang angkutan udara internasional pada Agustus 2026 turun 0,75 persen dibandingkan Agustus 2025. Secara kumulatif, jumlah penumpang pada Januari-Agustus 2026 juga turun 0,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Karena itu, kenaikan bulanan tidak serta-merta menandakan tren tahunan sudah berbalik. Angka Agustus memperlihatkan aktivitas perjalanan membaik dari Juli, sementara catatan tahunan dan kumulatif masih berada di bawah periode pembanding.
Penumpang penerbangan internasional dan pariwisata
Pergerakan penumpang udara menjadi salah satu petunjuk mengenai mobilitas lintas negara, termasuk perjalanan yang terkait dengan pariwisata. Tetapi angka penumpang internasional tidak dengan sendirinya menunjukkan berapa banyak wisatawan yang datang ke Indonesia, sebab data itu mencakup perjalanan udara internasional secara lebih luas.
Untuk melihat kaitan pariwisata dengan ekonomi, BPS melalui publikasi Tourism Satellite Account Indonesia 2023-2025 mencatat kontribusi langsung sektor pariwisata terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp1.138,90 triliun pada 2025. Nilai itu setara dengan 4,78 persen dari perekonomian nasional.
Besarnya kontribusi tersebut memberi gambaran bahwa perjalanan wisata berkaitan dengan banyak kegiatan ekonomi. Pengunjung menggunakan transportasi, menginap, membeli makanan dan minuman, serta memanfaatkan layanan lain selama perjalanan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.