Rabu, 7 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Warta Ekonomi dan LPS Gelar Seminar Penguatan Literasi Keuangan

Warta Ekonomi dan LPS Gelar Seminar Penguatan Literasi Keuangan
Warta Ekonomi dan LPS Gelar Seminar Penguatan Literasi Keuangan

PAMULANG — Warta Ekonomi dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar seminar literasi keuangan di Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (6/10). Dalam kegiatan Campus to Community itu, peserta diajak memahami pengelolaan keuangan dan perbedaan investasi legal dengan taruhan.

Angka yang disampaikan dalam seminar menjadi alasan kuatnya: 92,74 juta atau sekitar 48% penduduk Indonesia dewasa disebut belum memiliki rekening bank. Sementara itu, perwakilan LPS menyoroti kerentanan Gen Z terhadap praktik sport betting yang dapat dianggap sebagai strategi keuangan.

Literasi keuangan untuk menjangkau masyarakat unbanked

CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan mengatakan seminar tersebut dirancang agar generasi muda dapat meneruskan pengetahuan keuangan kepada lingkungan terdekat. Keluarga dan saudara menjadi sasaran penyebaran informasi setelah peserta memperoleh materi di kampus.

“Acara ini memang diperuntukan supaya adik-adik semua bisa membawa ilmu ini kepada keluarga, saudara-saudara untuk disampaikan. Karena menurut data yang kami dapat, sebanyak 92,74 juta atau sekitar 48% penduduk Indonesia dewasa belum memiliki rekening bank,” ujar Ihsan.

Angka itu menggambarkan tantangan yang lebih luas daripada sekadar membuka rekening. Masyarakat yang belum terhubung dengan layanan perbankan membutuhkan pemahaman untuk mengelola uang dan mengenali produk keuangan. Seminar di kampus mencoba menggunakan mahasiswa sebagai penghubung informasi ke komunitas di luar lingkungan perguruan tinggi.

Program Campus to Community mengangkat tema “Kampus sebagai Penggerak Literasi Keuangan bagi Masyarakat Unbanked”. Melalui tema tersebut, kegiatan menempatkan kampus sebagai ruang belajar sekaligus jalur untuk menyampaikan pengetahuan keuangan kepada masyarakat yang belum memiliki akses rekening.

LPS soroti risiko sport betting di kalangan Gen Z

Direktur Group Tata Kelola, Risiko & Kepatuhan II LPS Nicolas Silalahi menyampaikan bahwa literasi keuangan pada kelompok kelahiran 1997-2012 masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti praktik taruhan olahraga yang dinilai sebagian orang dapat membantu melipatgandakan uang.

“Dari data kami, jadi memang Gen Z ini paling rentan, bahkan 52% pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting. Jaman saya dulu judi bola, 26% menganggap sports betting sebagai strategi keuangan jangka panjang,” ungkap Nicolas.

Data yang dipaparkan Nicolas menunjukkan persoalan dalam mengenali batas antara investasi dan perjudian. Bagi masyarakat, kekeliruan membedakan keduanya dapat berpengaruh langsung pada keputusan penggunaan uang: taruhan tidak memiliki karakter analisis dan legalitas produk sebagaimana investasi yang sah.

“Temuan ini menunjukan batas yang kabur antara judi dan investasi. Perbedaannya jelas, judi dilarang, investasi itu ada analisa, ada legal, produknya ada,” imbuhnya.

Pesan itu relevan bagi peserta yang mulai mengatur pendapatan atau mempertimbangkan penempatan dana. Memeriksa legalitas dan memahami produk menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar mengejar peluang memperoleh uang lebih besar. Namun, bahan seminar yang tersedia tidak merinci instrumen investasi tertentu ataupun langkah pemeriksaan produk.

Asuransi juga masuk dalam pengelolaan risiko

Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi turut mengingatkan pentingnya asuransi dalam manajemen risiko perputaran uang. Poin ini melengkapi pembahasan yang tidak hanya menyoroti cara mengembangkan dana, tetapi juga perlunya mengelola risiko keuangan.

Bagi masyarakat yang belum memiliki rekening maupun kelompok muda yang baru belajar berinvestasi, pemahaman dasar seperti membedakan produk legal dan taruhan dapat membantu mereka menilai keputusan keuangan dengan lebih cermat. Seminar tersebut menyatukan tiga bahasan: perluasan literasi bagi masyarakat unbanked, risiko sport betting, serta peran asuransi dalam pengelolaan risiko.

Warta Ekonomi dan LPS menyelenggarakan acara itu di Universitas Pamulang dengan melibatkan narasumber dari Warta Ekonomi Group, LPS, dan IFG Life. Dalam paparan Nicolas, 52% Gen Z disebut pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair