PAMULANG — Warta Ekonomi dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar seminar literasi keuangan di Universitas Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten, Selasa (6/10). Dalam kegiatan Campus to Community itu, peserta diajak memahami pengelolaan keuangan dan perbedaan investasi legal dengan taruhan.
Angka yang disampaikan dalam seminar menjadi alasan kuatnya: 92,74 juta atau sekitar 48% penduduk Indonesia dewasa disebut belum memiliki rekening bank. Sementara itu, perwakilan LPS menyoroti kerentanan Gen Z terhadap praktik sport betting yang dapat dianggap sebagai strategi keuangan.
Literasi keuangan untuk menjangkau masyarakat unbanked
CEO & Chief Editor Warta Ekonomi Group Muhamad Ihsan mengatakan seminar tersebut dirancang agar generasi muda dapat meneruskan pengetahuan keuangan kepada lingkungan terdekat. Keluarga dan saudara menjadi sasaran penyebaran informasi setelah peserta memperoleh materi di kampus.
“Acara ini memang diperuntukan supaya adik-adik semua bisa membawa ilmu ini kepada keluarga, saudara-saudara untuk disampaikan. Karena menurut data yang kami dapat, sebanyak 92,74 juta atau sekitar 48% penduduk Indonesia dewasa belum memiliki rekening bank,” ujar Ihsan.
Angka itu menggambarkan tantangan yang lebih luas daripada sekadar membuka rekening. Masyarakat yang belum terhubung dengan layanan perbankan membutuhkan pemahaman untuk mengelola uang dan mengenali produk keuangan. Seminar di kampus mencoba menggunakan mahasiswa sebagai penghubung informasi ke komunitas di luar lingkungan perguruan tinggi.
Program Campus to Community mengangkat tema “Kampus sebagai Penggerak Literasi Keuangan bagi Masyarakat Unbanked”. Melalui tema tersebut, kegiatan menempatkan kampus sebagai ruang belajar sekaligus jalur untuk menyampaikan pengetahuan keuangan kepada masyarakat yang belum memiliki akses rekening.
LPS soroti risiko sport betting di kalangan Gen Z
Direktur Group Tata Kelola, Risiko & Kepatuhan II LPS Nicolas Silalahi menyampaikan bahwa literasi keuangan pada kelompok kelahiran 1997-2012 masih perlu ditingkatkan. Ia menyoroti praktik taruhan olahraga yang dinilai sebagian orang dapat membantu melipatgandakan uang.
“Dari data kami, jadi memang Gen Z ini paling rentan, bahkan 52% pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting. Jaman saya dulu judi bola, 26% menganggap sports betting sebagai strategi keuangan jangka panjang,” ungkap Nicolas.
Data yang dipaparkan Nicolas menunjukkan persoalan dalam mengenali batas antara investasi dan perjudian. Bagi masyarakat, kekeliruan membedakan keduanya dapat berpengaruh langsung pada keputusan penggunaan uang: taruhan tidak memiliki karakter analisis dan legalitas produk sebagaimana investasi yang sah.
“Temuan ini menunjukan batas yang kabur antara judi dan investasi. Perbedaannya jelas, judi dilarang, investasi itu ada analisa, ada legal, produknya ada,” imbuhnya.
Pesan itu relevan bagi peserta yang mulai mengatur pendapatan atau mempertimbangkan penempatan dana. Memeriksa legalitas dan memahami produk menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan, bukan sekadar mengejar peluang memperoleh uang lebih besar. Namun, bahan seminar yang tersedia tidak merinci instrumen investasi tertentu ataupun langkah pemeriksaan produk.
Asuransi juga masuk dalam pengelolaan risiko
Corporate Secretary IFG Life Gatot Haryadi turut mengingatkan pentingnya asuransi dalam manajemen risiko perputaran uang. Poin ini melengkapi pembahasan yang tidak hanya menyoroti cara mengembangkan dana, tetapi juga perlunya mengelola risiko keuangan.
Bagi masyarakat yang belum memiliki rekening maupun kelompok muda yang baru belajar berinvestasi, pemahaman dasar seperti membedakan produk legal dan taruhan dapat membantu mereka menilai keputusan keuangan dengan lebih cermat. Seminar tersebut menyatukan tiga bahasan: perluasan literasi bagi masyarakat unbanked, risiko sport betting, serta peran asuransi dalam pengelolaan risiko.
Warta Ekonomi dan LPS menyelenggarakan acara itu di Universitas Pamulang dengan melibatkan narasumber dari Warta Ekonomi Group, LPS, dan IFG Life. Dalam paparan Nicolas, 52% Gen Z disebut pernah mengalihkan dana investasinya ke sport betting.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.