Untuk kebutuhan pengungsian 70 KK, bantuan APBD mencakup terpal, matras, bantal, dan paket peralatan dapur. Bantuan logistik dari pemerintah pusat berupa kasur, Kids Ware, dan Family Kit. Rincian tersebut menunjukkan penanganan tidak berhenti pada makanan, tetapi juga mencakup perlengkapan dasar selama warga tinggal di posko.
Dampaknya terasa langsung bagi keluarga yang kehilangan rumah dan barang kebutuhan sehari-hari. Pembangunan kembali akan menentukan seberapa cepat mereka bisa meninggalkan tempat penampungan, sementara dukungan logistik membantu memenuhi kebutuhan selama masa transisi. Pemerintah daerah belum merinci waktu pelaksanaan maupun jumlah rumah yang akan dibangun.
Pemprov Kaltim juga menyoroti keterbatasan sumber air di kawasan yang disebut memiliki risiko kebakaran tinggi. Seno mengatakan pemerintah berencana menyiapkan beberapa sumur bor khusus untuk memasok air ke hidran, sebagai langkah pencegahan apabila kebakaran kembali terjadi.
Menurut Seno, bantuan yang diberikan tidak akan mengganti seluruh kerugian warga, tetapi diharapkan dapat mengurangi beban dan memenuhi sebagian kebutuhan dasar. Ia juga mengapresiasi kerja pemerintah kabupaten, BPBD, Dinas Sosial, TNI/Polri, relawan, dunia usaha, dan masyarakat dalam penanganan darurat.
“Semangat gotong royong seperti inilah yang harus terus kita jaga. Pemprov Kaltim bersama Pemkab Kukar akan terus berkoordinasi memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani sesuai kewenangan,” tegas Seno.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.