Ketika air keluar, kawasan itu lebih rentan mengering saat musim kemarau. BPGMN berencana memetakan kanal dan membangun sekat untuk memperlambat aliran air, sekaligus menjaga kelembapan lahan. Dengan begitu, pemetaan risiko dan perbaikan tata air menjadi bagian yang saling berkaitan dalam pencegahan kebakaran.
“Kita tahu sumber kekeringan itu adalah kanal. Gambut itu memiliki kubah. Sering kali kubah yang menjadi tempat penimbunan air dibuat kanal, padahal itu adalah menara airnya. Sehingga, ketika musim kemarau seperti saat ini, air dari kubah sudah habis,” ujar Setyawan.
Rencana tersebut juga menyentuh penghidupan warga. BPGMN menyebut sagu, jelutung, dan nanas sebagai contoh komoditas yang tidak membutuhkan banyak air. Setyawan mengatakan pengelolaan gambut perlu tetap mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi masyarakat, sehingga pencegahan kebakaran tidak menghilangkan sumber nafkah mereka.
Pemodelan dan keterlibatan ahli disiapkan
Untuk memperkirakan waktu dan lokasi kekeringan, BPGMN menilai pemodelan ilmiah diperlukan. Lembaga itu juga akan melibatkan kelompok ahli dari bidang gambut, hidrologi, revegetasi, serta sosial ekonomi. Kelompok serupa disiapkan untuk mendukung pengelolaan mangrove.
Rencana prediksi tiga hari sebelumnya masih berupa target pengembangan, bukan keterangan bahwa sistem tersebut sudah beroperasi. Sriyanto mengatakan sejumlah teknologi yang telah dibuat pihak lain dapat dimanfaatkan, sementara BPGMN telah mengidentifikasi beberapa pengembang. Bahan yang tersedia belum menyebut nama teknologi atau pihak-pihak tersebut secara terperinci.
Jika pemantauan, pemodelan, dan perbaikan tata air bisa dipadukan, pemerintah berpeluang mengenali risiko lebih awal dan menyiapkan respons sesuai kondisi setempat. Sriyanto menekankan bahwa langkah itu harus mencakup perlindungan warga: “Kita harus menentukan evakuasi yang bisa dan harus dilakukan untuk melindungi masyarakat, di mana titik-titik aman dan bagaimana mekanismenya,” katanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.