Sabtu, 17 Oktober 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Badan Gambut Ingin Buat Teknologi Prediksi Karhutla 3 Hari Sebelumnya – CNN Indonesia

Petugas memantau gambut untuk mendukung prediksi karhutla lebih awal
Pemetaan kondisi air dan kanal gambut direncanakan sebagai bagian dari upaya mengantisipasi karhutla. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Teknologi prediksi karhutla yang direncanakan Badan Pengelolaan Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) ditujukan agar pemerintah dapat bertindak sebelum api meluas. Wakil Kepala BPGMN Sriyanto mengatakan lembaganya ingin mengembangkan kemampuan untuk memperkirakan kebakaran hutan dan lahan, terutama di gambut, hingga tiga hari sebelum kejadian.

Sriyan­to menyampaikan rencana itu di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (15/10). Teknologi yang akan dikembangkan diharapkan membantu mengidentifikasi risiko, memetakan lokasi rawan, lalu memberi waktu bagi pemerintah untuk menyiapkan mitigasi dan perlindungan warga.

“Kalau bisa, tiga hari sebelumnya. Saya yakin teknologi yang bisa memprediksi terjadinya kebakaran di seluruh Indonesia tiga hari sebelumnya belum ada. Namun, setidaknya teknologi yang sudah dikembangkan oleh teman-teman itu bisa kita manfaatkan,” ujar Sriyanto.

Prediksi karhutla bertumpu pada kondisi gambut

Rencana BPGMN bukan semata membuat sistem peringatan. Sriyanto mengatakan pemantauan perlu berkembang dari pencatatan kondisi lapangan menjadi upaya mengenali persoalan, menganalisis pemicu, dan memperkirakan kemungkinan kebakaran. Sistem yang telah dikembangkan sejumlah pihak, termasuk kepolisian daerah, akan dipertimbangkan untuk mendukung pekerjaan itu.

Salah satu penanda risiko yang disebut Sriyanto ialah tinggi muka air gambut. Bila permukaan air berada di bawah 40 sentimeter, menurutnya, langkah untuk menekan risiko kebakaran perlu segera dilakukan. Karena itu, informasi mengenai kondisi lahan perlu dipetakan secara terperinci, termasuk lokasi yang memerlukan sekat kanal.

Angka tersebut memberi gambaran bahwa upaya pencegahan perlu dimulai sebelum terlihat api. Gambut yang kehilangan kelembapan lebih mudah menghadapi risiko kekeringan; pemantauan tinggi muka air dapat membantu petugas menentukan wilayah yang perlu mendapat perhatian. Namun, bahan sumber tidak merinci metode teknis, cakupan pemetaan, maupun jadwal penerapan teknologi prediksi itu.

Bagi masyarakat di kawasan rawan, manfaat yang dituju bersifat langsung: pemerintah diharapkan memiliki waktu untuk menyiapkan perlindungan dan evakuasi sebelum kebakaran mengancam permukiman. Sriyanto menyebut perlunya menentukan lokasi aman dan mekanisme evakuasi, bukan hanya mengetahui kemungkinan kebakaran.

Kanal dapat mengeringkan kawasan gambut

Kepala BPGMN Setyawan Pudyatmoko menjelaskan bahwa persoalan mendasar muncul ketika gambut berubah dari kondisi basah dan lembap menjadi kering. Salah satu penyebabnya, kata dia, ialah kanal yang mengalirkan air keluar dari kawasan gambut, termasuk dari kubah gambut yang berfungsi menyimpan air.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 17 Oktober 2026: Cara Cek NIK KTP Online