BANDUNG — Padamnya kebakaran Gunung Ciremai membuat warga dan petugas bisa beralih dari pemadaman ke pendinginan area. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan tidak ada lagi titik api yang menyala di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pada Minggu (25/10), setelah puluhan titik api ditangani.
Dedi menyampaikan kepastian itu di Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menyiapkan modifikasi cuaca, terutama di Kabupaten Kuningan, untuk membantu mendatangkan hujan dan mempercepat pendinginan lahan yang terbakar.
“Sudah, hari ini nol titik api, dan kemudian kami melakukan modifikasi cuaca. Kami harapkan hujan, sudah nol titik apinya plus hujan,” kata Dedi, seperti dikutip JPNN.com.
Padamnya api belum mengakhiri pekerjaan di lapangan. Pendinginan diperlukan agar kondisi lahan lebih aman setelah operasi pemadaman, sementara hujan diharapkan membantu menurunkan panas di area terdampak. Pemprov Jabar menyatakan langkah modifikasi cuaca juga akan dipertimbangkan jika gejala serupa muncul di wilayah lain.
Kebakaran Gunung Ciremai dan penanganannya
Kebakaran di kawasan TNGC dilaporkan terjadi sejak Kamis (23/10). Petugas bergerak melakukan pemadaman, dan Dedi turun langsung ke lokasi untuk membantu penanganan. Pada Minggu, ia menyatakan titik api sudah mencapai nol.
Laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat mencatat kebakaran di dua lokasi Kabupaten Kuningan pada Rabu (21/10). Lokasinya berada di Desa Pasayangan, Kecamatan Lebakwangi, serta Desa Cibuntu, Kecamatan Pasawahan.
Di Pasayangan, api membakar lahan bambu dengan luas keseluruhan sekitar 2 hektare. Sekitar 1,5 hektare dilaporkan terbakar. Sementara itu, kebakaran di Cibuntu terjadi di kawasan hutan, tepatnya wilayah Resor Pasawahan SPTN Wilayah I Kuningan. Luas area terbakar di lokasi itu masih dihitung.
Data tersebut menggambarkan bahwa titik api yang sudah padam tidak serta-merta berarti seluruh dampak kebakaran telah terukur. Pemeriksaan area dan proses pendinginan tetap penting, terutama karena salah satu lokasi berada di kawasan hutan dan luas terbakar di Cibuntu belum dipastikan.
Angka luas kebakaran dari laporan berbeda
Republika melaporkan bahwa luas area terbakar di Taman Nasional Gunung Ciremai mencapai 30 hektare. Dalam laporan yang sama, Dedi menyebut angka itu sekaligus meluruskan informasi sebelumnya yang menyebut kebakaran mencapai 60 hektare. Kedua angka tersebut merujuk pada luasan kebakaran yang dibicarakan dalam laporan Republika, bukan rincian luas di setiap desa dalam catatan Pusdalops PB.
Rincian Pusdalops PB menyebut sekitar 1,5 hektare terbakar di lahan bambu Pasayangan, sedangkan luas di Cibuntu masih dalam penghitungan. Karena cakupan dan waktu pelaporan berbeda, angka rinci tiap lokasi tidak dapat langsung disamakan dengan total 30 hektare yang diberitakan Republika.
Republika juga melaporkan penggunaan helikopter untuk water bombing selama operasi. Menurut laporan itu, armada bantuan berasal dari Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Udara, dan BNPB, dengan sasaran titik yang sulit dijangkau. Dedi menyebut penanganan intensif berlangsung selama dua hari sebelum kebakaran dinyatakan selesai dipadamkan dalam laporan tersebut.
Perbedaan fokus laporan ini penting bagi pembaca: kepastian nol titik api disampaikan Dedi pada Minggu (25/10), sedangkan rincian water bombing dan durasi dua hari muncul dalam laporan Republika yang mengutip pernyataan pada Jumat (23/10/2026). Keduanya menunjukkan tahapan penanganan yang berbeda, bukan angka yang saling menggantikan.
Modifikasi cuaca menyasar pendinginan
Setelah operasi pemadaman, Pemprov Jabar mengarahkan modifikasi cuaca ke kawasan Kuningan. Tujuannya mendatangkan hujan untuk membantu pendinginan, bukan menggantikan kerja petugas di lokasi. Dedi mengatakan pola serupa akan dilakukan jika indikasi kebakaran muncul di wilayah lain di Jawa Barat.
Bagi warga sekitar dan pengelola kawasan, kabar nol titik api mengurangi kekhawatiran terhadap nyala yang masih aktif, tetapi proses pemantauan tetap menjadi bagian penting setelah api padam. Luas kebakaran di Cibuntu yang belum selesai dihitung juga menunjukkan bahwa dampak lapangan belum seluruhnya tercatat.
Hingga Minggu (25/10), angka yang disampaikan Dedi untuk kondisi titik api adalah nol.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.