PALANGKA RAYA — Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran menanam pohon di kawasan terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Sabtu. Penanaman itu menjadi bagian dari rehabilitasi lingkungan setelah kebakaran.
Agustiar meminta penanganan karhutla berjalan beriringan dengan pemulihan kawasan, serta melibatkan pemerintah dan masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung saat kabut asap juga menjadi perhatian layanan kesehatan di Palangka Raya.
Penanaman pohon di lokasi karhutla
Menurut keterangan yang dilansir ANTARA, Agustiar menekankan bahwa pemadaman dan penanganan kebakaran saja tidak cukup. Kawasan yang terdampak perlu dipulihkan, sementara masyarakat diajak ikut menjaga hutan dan lingkungan Kalimantan Tengah.
“Penanganan karhutla harus disertai upaya pemulihan lingkungan. Pemerintah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lingkungan Kalimantan Tengah,” kata Agustiar.
Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran dan rehabilitasi. Kolaborasi itu, menurutnya, dibutuhkan agar upaya pemulihan tidak berhenti pada kegiatan penanaman, melainkan ikut mendorong kepedulian terhadap kawasan terdampak.
Dampaknya terasa langsung bagi warga dan petugas yang bekerja di wilayah karhutla. Pemulihan lingkungan menjadi bagian dari perlindungan kawasan dan masyarakat, sementara dukungan logistik dalam kegiatan tersebut membantu kebutuhan orang-orang yang berada di lapangan.
Dukungan bagi petugas dan warga
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin turut menyoroti pentingnya pemulihan lingkungan. Ia mengutip hadis riwayat Al-Bukhari tentang anjuran menanam pohon dan menyampaikan bahwa menjaga alam merupakan tindakan baik yang perlu terus dilakukan demi generasi mendatang.
“Pesan ini mengajarkan berbuat baik dan menjaga alam harus terus dilakukan dalam keadaan apa pun demi keberlangsungan hidup generasi mendatang,” ujar Zainul.
Rangkaian kegiatan juga mencakup Kuliner Merah Putih yang digelar Bobon Santoso. Kegiatan itu menyediakan hingga ribuan porsi makanan bagi petugas, relawan, dan warga terdampak karhutla. Panitia juga menyalurkan air mineral, makanan ringan, obat-obatan, vitamin, masker, serta kebutuhan logistik lain.
Di Palangka Raya, perhatian terhadap karhutla juga mencakup dampak asap pada kesehatan. Dalam laporan ANTARA lain, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meninjau layanan kesehatan dan fasilitas oksigenasi untuk warga terdampak kabut asap. Kunjungan itu meliputi sejumlah puskesmas, rumah oksigen, dan RSUD dr. Doris Sylvanus.
Budi mengatakan pemantauan dilakukan untuk melihat kesiapan fasilitas serta kebutuhan yang perlu dilengkapi. Ia juga meminta masyarakat membatasi kegiatan di luar rumah bila tidak diperlukan, terutama kelompok rentan, dan menggunakan masker untuk mengurangi paparan asap.
Penanaman di Tumbang Nusa dan dukungan kesehatan di Palangka Raya memperlihatkan dua kebutuhan yang berjalan bersamaan saat karhutla: memulihkan lingkungan terdampak dan melindungi warga dari asap. Agustiar menegaskan komitmen bersama itu perlu dijaga. “Upaya ini membutuhkan kepedulian dan komitmen bersama agar lingkungan tetap terjaga dan masyarakat terlindungi,” ujarnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.