Minggu, 25 Oktober 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

ISEI: Dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran UMKM terus diperkuat – ANTARA News Manado

Kredit UMKM Sulawesi Utara dan pelaku usaha kecil di toko
Penguatan UMKM dinilai perlu mencakup pembiayaan, pendampingan usaha, dan kepastian akses pasar. (Ilustrasi: AI)

MANADO — Dua tahun kepemimpinan Prabowo-Gibran, penguatan UMKM perlu dinilai dari manfaat yang benar-benar dirasakan pelaku usaha, bukan hanya dari besarnya investasi atau pertumbuhan ekonomi nasional.

Ketua Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Manado, Prof Dr Joy Tulung, menyoroti kredit UMKM di Sulawesi Utara yang tumbuh 2,70 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, sementara rasio kredit bermasalah masih 5,06 persen.

Angka itu memperlihatkan dua sisi persoalan: pembiayaan bagi UMKM bertambah, tetapi akses modal dan kemampuan mengelola usaha masih membutuhkan perhatian. Joy menyampaikan pandangannya di Manado, Jumat, saat menilai perkembangan ekonomi dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Kredit bertambah, risiko usaha masih perlu ditangani

Pertumbuhan kredit menunjukkan adanya penyaluran pembiayaan kepada UMKM. Namun, rasio kredit bermasalah yang masih berada pada angka 5,06 persen menjadi pengingat bahwa tambahan modal saja belum tentu cukup untuk menjaga usaha tetap berjalan dan memenuhi kewajiban pinjaman.

Joy menilai evaluasi kebijakan ekonomi perlu melihat kondisi pelaku usaha, bukan hanya indikator makro. “UMKM harus menjadi salah satu indikator utama dalam mengevaluasi dampak kebijakan ekonomi pemerintah,” kata Joy.

Bagi pelaku usaha, persoalan ini terasa langsung dalam keputusan sehari-hari: modal harus kembali menjadi pendapatan agar cicilan dapat dibayar dan operasional terus berjalan. Jika dukungan hanya berhenti pada pembiayaan, usaha yang belum punya tata kelola kuat atau pelanggan tetap tetap menghadapi risiko.

Karena itu, angka kredit perlu dibaca bersama kemampuan usaha bertahan. Data yang disampaikan Joy tidak merinci sektor UMKM yang paling terdampak atau penyebab kredit bermasalah. Namun, ia menegaskan akses pembiayaan dan kemampuan mengelola usaha sama-sama perlu diperhatikan.

Dukungan UMKM perlu menjangkau pasar

Joy meminta program pemberdayaan tidak berhenti pada bantuan modal maupun pelatihan. Menurut dia, pelaku usaha juga memerlukan pendampingan manajemen, digitalisasi, peningkatan produktivitas, dan kepastian akses pasar.

Bagian pasar penting karena tambahan produksi tidak otomatis menjamin barang terjual. UMKM membutuhkan pembeli dan permintaan yang berkelanjutan agar pendapatan dapat menopang biaya usaha, termasuk pembayaran pinjaman. Tanpa kepastian itu, pembiayaan murah berisiko tidak menyelesaikan masalah utama pelaku usaha.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair