MAKASSAR — Pameran UMKM PKK Makassar berlangsung pada 23-25 Oktober 2026 di sebuah pusat perbelanjaan di Makassar, membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal mempromosikan produk langsung kepada pengunjung. Digelar sebagai bagian dari peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat keterampilan dan ekonomi keluarga.
Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa Munafri mengatakan pameran tersebut dirancang melampaui kegiatan perlombaan. Kader diharapkan memperoleh pengetahuan serta pengalaman yang dapat diterapkan di wilayah masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin kader PKK tidak hanya aktif dalam perlombaan, tetapi juga mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang bisa diterapkan di wilayah masing-masing,” ujar Melinda pada hari kedua pameran, Sabtu (24/10).
Pameran UMKM PKK Makassar membuka akses promosi
Lokasi pameran di pusat perbelanjaan memberi pelaku UMKM kesempatan bertemu langsung dengan calon konsumen. Produk lokal dapat diperkenalkan kepada pengunjung, sementara pelaku usaha memperoleh ruang untuk menjelaskan barang yang mereka tawarkan.
Nilai transaksi selama kegiatan belum tersedia. Karena itu, dampak penjualan belum dapat diukur dari informasi yang disampaikan. Namun, kesempatan promosi langsung menjadi salah satu manfaat yang dituju penyelenggara, terutama bagi usaha keluarga yang ingin menjangkau pasar lebih luas.
Bagi pelaku UMKM, promosi di ruang publik dapat membantu memperkenalkan produk di luar lingkungan tempat usaha. Interaksi dengan pengunjung juga membuka peluang untuk menerima tanggapan langsung mengenai produk. Peluang usaha baru bagi keluarga menjadi salah satu kemungkinan yang diharapkan dari kegiatan tersebut, meski tetap bergantung pada tindak lanjut setelah pameran.
Keterampilan kader diarahkan ke kegiatan produktif
Agenda hari kedua turut diisi penjurian lomba membatik oleh kader perwakilan TP PKK kecamatan. Kegiatan ini mengangkat keterampilan kerajinan sekaligus memberi ruang bagi kader untuk menunjukkan kreativitas.
Membatik berpotensi dikembangkan menjadi kegiatan produktif bernilai ekonomi. Bagi keluarga, keterampilan kerajinan dapat menjadi salah satu pilihan untuk merintis usaha rumahan. Namun, kemampuan membuat produk saja belum cukup untuk memastikan usaha berjalan berkelanjutan.
Melinda menekankan pentingnya penguatan kapasitas kader dalam program pemberdayaan keluarga. Menurut dia, pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh perlu dapat diterapkan di wilayah masing-masing agar manfaat kegiatan menjangkau masyarakat lebih luas.
Ia juga mengingatkan bahwa peluang usaha perlu disertai pendampingan, akses pemasaran, serta pengembangan kualitas produk. Ketiga hal itu menentukan apakah keterampilan yang tumbuh dalam kegiatan dapat berlanjut menjadi usaha yang mampu memenuhi kebutuhan konsumen.
Dampak promosi bergantung pada tindak lanjut
Bagi keluarga yang menjalankan UMKM, pameran memberi ruang untuk mengenalkan produk, tetapi keberlanjutan usaha membutuhkan langkah setelah acara selesai. Akses pasar membantu produk menemukan pembeli, sedangkan pendampingan dan peningkatan mutu dapat mendukung kesiapan pelaku usaha untuk memenuhi permintaan.
Informasi mengenai nilai transaksi maupun hasil penjualan pameran belum disampaikan. Dengan demikian, ukuran keberhasilan yang dapat terlihat dari bahan kegiatan saat ini masih mencakup tersedianya ruang promosi dan agenda peningkatan keterampilan kader.
TP PKK Makassar berharap rangkaian kegiatan ini memperkuat peran kader dalam mendorong usaha produktif keluarga. Penyelenggara juga menargetkan pengembangan keterampilan masyarakat serta promosi produk lokal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melinda menegaskan pentingnya kesinambungan dukungan bagi usaha yang tumbuh dari kegiatan pemberdayaan. “Hal ini penting agar peluang usaha yang tercipta dapat berkelanjutan,” tegasnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.