Ketegangan AS-Iran ikut membayangi pergerakan harga minyak dunia. Harga minyak Brent dan WTI turun, dengan Brent melemah 0,57% menjadi US$115,15 dan WTI turun 0,43% menjadi US$101,32 per barel.
Perubahan harga itu tercatat pada pukul 00.00 GMT. Data yang tersedia menyebut penurunan terjadi di tengah sinyal damai antara Amerika Serikat dan Iran, meski bahan sumber tidak merinci isi sinyal tersebut ataupun pihak yang menyampaikannya.
Harga minyak Brent dan WTI bergerak melemah
Brent, patokan minyak mentah yang dipantau pasar internasional, turun 0,57%. Pada waktu pencatatan, harganya berada di US$115,15. Sementara itu, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 0,43% menjadi US$101,32 per barel.
Penurunan terjadi pada kedua acuan minyak. Namun, besar pelemahannya berbeda: Brent turun lebih besar daripada WTI berdasarkan angka yang dicantumkan dalam sumber.
Turun tipis, tetap mahal.
Harga kedua acuan itu masih berada di atas US$100 per barel. Karena itu, pelemahan pada pencatatan tersebut belum menghapus tingginya harga minyak yang tercermin dalam angka sumber. Bahan yang tersedia tidak menyertakan harga sebelumnya atau rentang perdagangan, sehingga perubahan nilai dalam nominal tidak dapat dihitung.
Sinyal damai menjadi perhatian pasar
Hubungan antara AS dan Iran menjadi konteks penting bagi pasar minyak karena sumber mengaitkan penurunan harga dengan sinyal damai. Namun, informasi yang diberikan belum menjelaskan bentuk sinyal, waktu kemunculannya, maupun perkembangan diplomatik yang menyertainya. Tidak ada dasar dalam bahan untuk menyimpulkan bahwa kesepakatan telah tercapai.
Pasar komoditas kerap memperhatikan kabar geopolitik saat menilai risiko pasokan. Dalam berita ini, kaitan tersebut disampaikan sebagai konteks pergerakan harga, bukan sebagai bukti perubahan pasokan minyak. Sumber juga tidak menyebut adanya gangguan produksi atau jalur pengiriman.
Bagi Indonesia, harga minyak global menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati karena dapat berpengaruh pada biaya energi dan kegiatan yang menggunakan bahan bakar. Namun, angka Brent dan WTI dalam sumber saja belum cukup untuk memastikan dampak terhadap harga bahan bakar di dalam negeri.
Tidak ada keterangan mengenai kebijakan harga domestik, kurs, ataupun perhitungan biaya yang digunakan.
Informasi mengenai kapal tanker di Selat Hormuz turut muncul pada materi sumber melalui foto, tetapi tidak disertai keterangan bahwa aktivitas pelayaran di kawasan itu terganggu atau berubah. Karena itu, foto tersebut tidak dapat dijadikan dasar untuk menyatakan adanya hambatan pengiriman minyak.
Untuk saat ini, data yang tersedia hanya menunjukkan pelemahan pada dua acuan minyak pada pukul 00.00 GMT, bersamaan dengan konteks sinyal damai AS-Iran. Perkembangan lanjutan dalam hubungan kedua negara dapat menjadi hal yang dipantau pasar, tetapi sumber tidak memberikan jadwal atau pernyataan pejabat terkait.
Pada pencatatan itu, Brent berada di US$115,15 dan WTI di US$101,32 per barel.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.