Penjualan investor asing masih menjadi beban. Nafan mencatat net foreign sell harian mencapai Rp 2,03 triliun, sedangkan akumulasi jual bersih investor asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp 122,20 triliun. Kinerja IHSG sejak awal tahun tercatat minus 37,86%.
Angka itu membuat ruang untuk memilih saham semakin penting bagi investor. Nafan menyarankan agar investor selektif dan memperhatikan fundamental, kesehatan neraca, prospek pertumbuhan, serta likuiditas perdagangan. Ia juga mengingatkan pentingnya menjalankan manajemen risiko secara disiplin.
BRIDS merekomendasikan saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), dan PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) untuk dicermati pada perdagangan hari ini. Rekomendasi tersebut muncul saat indeks masih menghadapi tekanan teknikal dan sentimen eksternal.
Ada tiga katalis yang berpotensi menggerakkan IHSG pekan ini. Pertama, rilis laporan keuangan emiten kuartal III 2026 yang dapat memicu pergerakan sektoral dan mendorong investor membandingkan kinerja fundamental perusahaan.
Kedua, Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengecualikan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026. Ketiga, pasar menanti keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Federal Reserve (The Fed) pada 29 Oktober 2026.
Konsensus yang dipantau BRIDS memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan di kisaran 3,75%–4%. Namun, keputusan menahan suku bunga belum tentu menandakan pelonggaran kebijakan moneter AS.
Nafan menyoroti inflasi Amerika Serikat pada September 2026 yang tercatat 3,7% secara tahunan, jauh di atas target The Fed sebesar 2%. Kenaikan harga energi, terutama akibat konflik AS-Iran, turut menambah risiko tekanan inflasi.
“Dengan demikian, fokus investor bukan hanya pada keputusan suku bunga Oktober, melainkan juga pada indikasi kebijakan moneter selanjutnya, terutama kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026,” kata Nafan.
Laporan keuangan emiten ikut dinanti
Perhatian pasar juga tertuju pada laporan keuangan perusahaan berkapitalisasi besar. Di pasar global, Microsoft dan Alphabet dijadwalkan menyampaikan laporan keuangan pada Rabu (28/10), disusul Amazon pada Kamis (29/10).
Di dalam negeri, laporan sektor perbankan menjadi agenda yang dipantau. Bank Mandiri (BMRI) diperkirakan mengumumkan kinerja kuartal III pada Selasa (27/10). Bank Syariah Indonesia (BRIS) dijadwalkan pada Kamis (29/10), sedangkan BBRI, BBTN, dan BDMN diperkirakan menyusul pada Jumat (30/10).
Perkembangan rupiah, posisi IHSG terhadap area support, serta respons pasar terhadap laporan emiten dan keputusan The Fed akan menjadi perhatian pada sesi-sesi berikutnya. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab investor; informasi ini bukan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.