Implikasi Bagi Konsumen
Bagi masyarakat, polemik ini menjadi pengingat penting mengenai ketelitian dalam membaca label pangan olahan.
Siti Nadia Tarmizi, Direktur P2PTM Kemenkes, menekankan bahwa meskipun sukralosa adalah pemanis yang aman dengan takaran tertentu, keberadaannya tidak secara otomatis membuat sebuah produk menjadi sehat. Konsumen tetap perlu memperhatikan profil nutrisi lain seperti kandungan lemak dan natrium.
Sementara itu, dokter spesialis gizi klinik dari Siloam Hospitals, Octavianus Kevin, menjelaskan bahwa batas asupan harian atau acceptable daily intake (ADI) untuk sukralosa adalah 15 miligram per kilogram berat badan, sedangkan untuk neotam sebesar 2 miligram.
Selama konsumsi berada di bawah ambang batas tersebut, risiko kesehatan dapat diminimalisir. Namun, penelitian mengenai efek jangka panjang penggunaan pemanis buatan terhadap mikrobiota usus hingga saat ini masih terus berkembang dengan hasil yang beragam di dunia medis.
Di sisi lain, desakan untuk pengawasan yang lebih ketat datang dari Komisi IX DPR RI. Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini, meminta BPOM tidak hanya meninjau administrasi, tetapi melakukan inspeksi langsung ke lokasi produksi.
Menurutnya, tindakan tegas berupa teguran hingga pencabutan izin edar perlu dilakukan apabila ditemukan ketidaksesuaian antara kandungan produk dengan informasi yang tertera pada label kemasan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.