Jumat, 30 Oktober 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Dari TikTok ke Uji Lab: Kronologi Polemik Beeru Stevia

Dari TikTok ke Uji Lab
Dari TikTok ke Uji Lab

JAKARTA — Produk pemanis cair Beeru Stevia resmi menarik diri dari pasar untuk sementara waktu. Keputusan ini diambil setelah hasil uji laboratorium mandiri yang diunggah akun TikTok Dokter Detektif (Doktif) memicu perdebatan publik terkait klaim label produk.

Dalam video yang viral sejak Rabu (28/10), Doktif memaparkan temuan laboratorium yang mengindikasikan adanya kandungan pemanis buatan, yaitu sukralosa dan neotam, yang tidak tercantum dalam daftar komposisi kemasan.

Hasil uji tersebut mencatat energi total sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram sampel. Selain itu, ditemukan kandungan sukralosa mencapai 101.297,89 miligram per liter dan neotam sebesar 5.280,99 miligram per liter.

Temuan ini memicu kritik karena label produk mengklaim nol kalori dan hanya berbasis bahan stevia murni.

Pihak Beeru Indonesia merespons cepat dengan menyetop penjualan. Mereka menjelaskan bahwa proses produksi, mulai dari formulasi hingga pengadaan bahan baku, dilakukan melalui mitra manufaktur, yakni CV M3 OIL.

Perusahaan tersebut merupakan pendaftar resmi produk di BPOM dengan nomor registrasi MD 878011037370. Melalui akun Instagram resminya, CV M3 OIL menyatakan telah mengirimkan 150 botol sampel ke dua laboratorium terakreditasi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sebagai bentuk klarifikasi, pihak manufaktur melampirkan hasil uji dari PT Saraswanti Indo Genetech tertanggal 7 Januari 2026. Data tersebut mencatat gula total 5,54 persen, sukrosa 5,03 persen, karbohidrat 46,67 persen, serta energi 187,88 kilokalori per 100 gram.

Mereka berargumen bahwa nilai tersebut dapat dibulatkan menjadi nol kalori sesuai Peraturan BPOM Nomor 10 Tahun 2026. Selain itu, mereka mempertanyakan keabsahan sampel yang digunakan Doktif karena tidak disertai informasi nomor batch produksi yang jelas untuk diverifikasi.

BPOM hingga saat ini masih melakukan penelusuran mandiri dengan mengambil sampel produk di pasaran untuk diuji kembali di laboratorium. Pihak regulator menegaskan bahwa informasi resmi mengenai hasil uji akan disampaikan kepada publik setelah proses selesai.

Kementerian Kesehatan pun menyatakan sikap serupa, dengan menunggu hasil evaluasi komprehensif dari BPOM sebelum mengeluarkan kesimpulan terkait keamanan produk.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru 13 Oktober 2026: Klaim Pack & Coins Gratis