JAKARTA — Kinerja BNBR pada kuartal III 2026 mencatat pendapatan bersih Rp4,12 triliun, naik 55,45 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usahanya melesat menjadi Rp596,24 miliar, dari Rp26,41 miliar.
PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) membukukan kenaikan pada sejumlah indikator keuangan hingga September 2026. Pertumbuhan pendapatan ditopang unit usaha kendaraan listrik, industri logam, dan infrastruktur.
Kinerja BNBR ditopang tiga unit usaha
Direktur Utama dan CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan pertumbuhan perusahaan berlangsung ketika ekonomi global melambat, inflasi menekan, dan ketegangan geopolitik terjadi di berbagai kawasan.
“Alhamdulillah, Perseroan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini yang diwarnai oleh pertumbuhan yang melambat, tekanan inflasi, serta ketegangan di berbagai kawasan. Hal ini merupakan buah dari strategi, resiliensi, adaptabilitas, serta kerja keras seluruh tim,” kata Anindya dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
Laba kotor BNBR mencapai Rp1,13 triliun, meningkat 127,82 persen dari Rp496,8 miliar pada kuartal III 2025. Sementara itu, EBITDA naik 707,86 persen menjadi Rp810,25 miliar, dibandingkan Rp100,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Kenaikan pendapatan datang dari PT Bakrie Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group, PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group, dan PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group. Angka-angka itu menunjukkan sumber pertumbuhan tersebar di beberapa bidang usaha, meski kontribusi dan pendorongnya berbeda.
Bagaimana kontribusi VKTR, BMI, dan BIIN?
VKTR Group mencatat pendapatan bersih Rp1,06 triliun, naik 48,6 persen dari Rp716,9 miliar. Perusahaan mengaitkan pertumbuhan tersebut dengan kenaikan penjualan kendaraan listrik (EV) dan penjualan PT Bakrie Autoparts Group.
Untuk pembaca, capaian VKTR memperlihatkan bahwa penjualan kendaraan listrik ikut masuk dalam perhitungan kinerja grup, bukan hanya menjadi agenda ekspansi. Namun, laporan yang disampaikan BNBR juga menunjukkan kontribusi besar berasal dari unit usaha lain.
BMI Group membukukan pendapatan Rp2,09 triliun, meningkat 26,1 persen dari Rp1,66 triliun. Di dalam kelompok ini, pendapatan BMI Parent tumbuh 24,2 persen, BPI Parent naik 18,8 persen, PT Suluh Ardhi Engineering meningkat 1.730,3 persen, dan PT Bakrie Construction tumbuh 36 persen.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.