Presiden Bulgaria dapat menunjuk pemerintahan sementara saat terjadi krisis politik, menjadi panglima tertinggi angkatan bersenjata, serta memveto undang-undang. Karena itu, meski kewenangannya sehari-hari terbatas, arah kepemimpinan presiden tetap berpengaruh ketika negara menghadapi ketegangan keamanan dan perdebatan politik.
Dampaknya terasa pada pilihan kebijakan luar negeri Bulgaria. Negara yang secara historis memiliki kedekatan dengan Rusia itu tetap terbelah mengenai hubungannya dengan Moskwa. Sikap presiden terhadap Ukraina dan keamanan Laut Hitam dapat memengaruhi perdebatan domestik sekaligus posisi Bulgaria di dalam Uni Eropa dan NATO.
Keunggulan Iotova juga lebih tipis daripada perkiraan sejumlah jajak pendapat sebelum putaran pertama, yang sempat memberinya keunggulan 20 poin. Pada putaran pertama pekan sebelumnya, ia memperoleh 35% suara, sementara Gyurov meraih 32%.
Seorang pemilih di Sofia, Krassimira Kostova, mengatakan ia datang ke tempat pemungutan suara meski tidak puas dengan kedua kandidat. “I don’t like either of the two candidates, but I don’t like the return of communism we’ve been seeing in recent years either. That’s why I came to vote,” kata guru berusia 64 tahun itu.
Hasil akhir akan menentukan apakah proyeksi kemenangan tersebut menjadi mandat resmi. Untuk sementara, tiga exit poll menempatkan Iotova pada kisaran 50,7% hingga 52,5% suara.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.