Rabu, 4 November 2026 WIB
DAERAH

Jalan Turen-Lumajang Pulih, KemenPU Pasang Rambu Longsor

Jalan Turen-Lumajang Pulih, KemenPU Pasang Rambu Longsor
Jalan Turen-Lumajang Pulih, KemenPU Pasang Rambu Longsor

LUMAJANG — Jalan nasional Turen–Lumajang kembali dapat dilalui setelah Kementerian Pekerjaan Umum menangani longsor yang menutup sebagian badan jalan pada Senin (2/11/2026). Pemulihan akses ini penting bagi warga yang bergantung pada jalur tersebut saat hujan lebat dan banjir lahar dingin melanda kawasan sekitar Gunung Semeru.

Tim dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali membersihkan material tanah dengan bantuan personel dan alat berat. Hingga Selasa (3/11/2026), ruas jalan itu kembali fungsional; petugas juga memasang rambu peringatan di sejumlah titik rawan.

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo meminta jajarannya memperkuat penanganan darurat pascalongsor dan lahar dingin. Kementerian juga mengusulkan penanganan permanen untuk jalan terdampak pada Tahun Anggaran 2027.

Jalan Turen-Lumajang kembali fungsional

Hujan lebat yang mengguyur wilayah Lumajang dalam beberapa hari terakhir memicu longsoran di sejumlah titik pada jalur nasional Turen–Batas Kabupaten Lumajang. Titik terdampak berada di antara KM 13 hingga KM 33.

Material tanah sempat menutup sebagian badan jalan. Respons cepat diperlukan agar akses warga tidak terputus dan perjalanan tetap bisa berlangsung. Kementerian PU mengerahkan tim lapangan untuk membersihkan longsoran, sementara rambu dipasang sebagai peringatan bagi pengguna jalan di area rawan.

“Begitu terjadi bencana, kita harus segera bergerak di lapangan. Yang utama adalah memastikan akses masyarakat tetap terlayani,” kata Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum.

Instruksi itu berkaitan langsung dengan akses terhadap layanan dasar ketika bencana terjadi. Jalan yang kembali berfungsi membantu mobilitas masyarakat di ruas terdampak, sedangkan rambu memberi tanda kewaspadaan bagi pengendara yang melintas.

Namun, penanganan darurat dan rencana perbaikan permanen merupakan tahapan berbeda: pembersihan membuka kembali jalur, sementara usulan untuk 2027 diarahkan pada penanganan jangka panjang.

Apa dampak lahar dingin pada infrastruktur?

Hujan lebat juga memicu banjir lahar dingin di kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru serta wilayah sekitar aliran sungai. Balai Besar Wilayah Sungai Brantas melakukan identifikasi dan inventarisasi dampaknya pada infrastruktur sumber daya air.

Hasil pemeriksaan awal mencatat tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik. Infrastruktur itu merupakan bagian dari proyek VDRRSL S4 KD 3. Tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung juga mengalami pengikisan atau scouring.

Kerusakan pada bangunan pengendali aliran menjadi perhatian karena material lahar dapat memengaruhi infrastruktur di sekitar sungai. Inventarisasi BBWS Brantas menjadi langkah awal untuk mengenali bagian yang terdampak, sementara penanganan darurat jalan memastikan jalur nasional tetap berfungsi setelah longsor.

Kementerian PU menyiagakan personel dan alat berat untuk merespons dampak bencana di lapangan. Untuk jalur Turen–Lumajang, status yang dilaporkan hingga Selasa (3/11/2026) adalah kembali fungsional, dengan rambu peringatan terpasang di titik rawan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →