NEW YORK — Wall Street menguat pada Selasa (3/11), ditopang kembalinya minat investor pada saham teknologi setelah tekanan dalam beberapa waktu terakhir. Nasdaq naik 0,83 persen, tetapi penguatan tidak merata: Dow Jones justru melemah.
Pergerakan itu memberi gambaran pasar yang masih memilah peluang di sektor teknologi. Saham produsen cip menguat, sementara Apple turun setelah menyampaikan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan dan penjualan iPad yang tak memenuhi ekspektasi.
Wall Street bergerak berbeda antarindeks
Nasdaq ditutup di level 25.372,01, sedangkan indeks S&P 500 naik 0,36 persen ke 7.568,92. Dow Jones Industrial Average turun 197,26 poin atau 0,38 persen ke posisi 51.786,72.
Penguatan saham teknologi menjadi penopang utama bagi dua indeks yang naik. Namun, penurunan Dow menunjukkan bahwa minat terhadap sektor tersebut belum otomatis mengangkat seluruh pasar. Investor masih menimbang biaya pendanaan dan risiko yang mengikuti ekspansi teknologi.
Apple turun hampir 2 persen. Perusahaan itu menyampaikan proyeksi margin keuntungan yang mengecewakan pada akhir perdagangan Senin, sementara penjualan iPad pada kuartal keempat tahun fiskal juga berada di bawah ekspektasi pasar.
Kontras dengan itu, saham produsen cip bergerak naik. AMD menguat lebih dari 3 persen menjelang rilis laporan keuangan kuartal ketiganya setelah penutupan perdagangan. Broadcom naik 3 persen, sedangkan Micron Technology dan Nvidia masing-masing menguat lebih dari 2 persen.
Mengapa saham teknologi kembali diburu?
Investor kembali masuk ke saham teknologi utama setelah sektor ini mengalami tekanan. Menurut ahli ekonomi Snyder, saham yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan mungkin mulai mendekati kondisi jenuh jual.
Namun, risiko belum hilang. Snyder mengatakan kekhawatiran tentang biaya modal dan besarnya pembiayaan utang yang dibutuhkan akan bertahan cukup lama. Ia juga memperkirakan pelemahan masih mungkin berlanjut sebelum tekanan mereda.
“Masih mungkin ada sedikit penurunan, sekitar 4% atau 5%. Namun, pada akhirnya, jika pelemahan ini tidak disertai resesi, biasanya penurunan akan berhenti di sekitar level tersebut,” ujar Snyder.
Perbedaan kinerja Apple dan produsen cip memperlihatkan bahwa investor tidak membeli semua saham teknologi tanpa memilah. Prospek penjualan dan margin tetap diperhatikan, sementara perusahaan yang berkaitan dengan infrastruktur AI masih menarik minat. Bagi pasar, pilihan itu berarti kabar baik untuk satu kelompok saham belum tentu menghapus risiko pada sektor secara keseluruhan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.