Kamis, 5 November 2026 WIB
NASIONAL

TNI Kerahkan Pasukan ke Jakarta untuk Jaga Stabilitas dan Latihan

TNI Kerahkan Pasukan ke Jakarta untuk Jaga Stabilitas dan Latihan
TNI Kerahkan Pasukan ke Jakarta untuk Jaga Stabilitas dan Latihan

JAKARTA — TNI membenarkan pengerahan personel dalam jumlah besar ke Jakarta pada Rabu (4/11), dengan alasan menjaga kesiapsiagaan dan stabilitas serta menyiapkan latihan militer. Kabar itu muncul saat TNI tidak mengungkap jumlah personel maupun rincian lengkap tujuan pengerahan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan pengerahan merupakan bagian dari tugas negara. TNI AD dan TNI AL juga menyatakan kesiapan satuan, sementara Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta masyarakat tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

Penjelasan TNI memberi dua konteks: kesiapan menghadapi perkembangan situasi dan persiapan latihan Angkatan Laut di wilayah Tangerang serta Pandeglang. Namun, tujuan operasional pengerahan personel ke Jakarta belum dijabarkan secara rinci oleh pejabat yang dikutip dalam keterangan ini.

Mengapa TNI mengerahkan pasukan ke Jakarta?

Mayjen TNI Muhammad Nas menyebut pengerahan personel dilakukan untuk menjalankan tugas negara dan menjaga keutuhan Republik Indonesia. Ia menegaskan kesiapsiagaan merupakan bagian dari tanggung jawab TNI melindungi masyarakat dan negara.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas.

Nas tidak memerinci jumlah prajurit yang dikirim ke Jakarta ataupun menjelaskan lebih jauh maksud pengerahan. Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyampaikan bahwa TNI AD menjaga kesiapan personel, satuan, dan pangkalan untuk merespons perkembangan situasi.

Menurut Donny, langkah itu terkait tugas menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Ia mengatakan kesiapan diuji dan dijaga terus-menerus agar dukungan dapat diberikan ketika dibutuhkan.

“Tanpa harus menunggu adanya perkembangan situasi, TNI AD harus selalu siap. Kapan pun negara membutuhkan, TNI AD siap melaksanakan tugas sesuai perintah dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Donny.

Pasukan juga disiapkan untuk latihan TNI AL

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama TNI Tunggul membenarkan adanya pengerahan personel TNI AL ke Jakarta. Ia menyebut mobilisasi itu sebagai bagian dari kesiapsiagaan untuk menjalankan tugas negara dan menjaga stabilitas keamanan.

Tunggul menjelaskan pergeseran pasukan juga berhubungan dengan persiapan latihan TNI AL dalam waktu dekat. Latihan yang disebut meliputi Operasi Pendaratan Khusus di Tanjung Burung dan Tanjung Pasir, Tangerang, serta latihan Tembus Gelombang di Rancecet, Pandeglang.

Ia mengatakan pengerahan dilakukan berdasarkan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Keterangan itu memberi gambaran bahwa pergerakan personel tidak semata dikaitkan dengan pengamanan di ibu kota, tetapi juga dengan kegiatan latihan di kawasan sekitar.

Dalam pemberitaan mengenai pengerahan yang sama, muncul angka rencana total 20.980 personel TNI AL dan tahap awal 2.100 personel yang disebut mulai bergerak pada 2 November 2026. Angka tersebut tidak disertai rincian dalam penjelasan pejabat TNI yang menjadi dasar artikel ini, sehingga belum dapat dipastikan sebagai jumlah pengerahan yang telah dikonfirmasi oleh mereka.

Komisi I DPR minta warga tetap beraktivitas

Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono meminta masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan alasan di balik penebalan personel. Menurut dia, pengerahan perlu dilihat berdasarkan kebutuhan tugas, kondisi lapangan, dan koordinasi dengan lembaga terkait.

Dave mengatakan DPR menghargai profesionalisme TNI, tetapi pengamanan harus berjalan terukur dan sesuai aturan. Ia juga meminta publik menunggu penjelasan yang utuh dari pihak terkait sebelum menarik kesimpulan tentang maksud pengerahan.

Dampaknya langsung terasa pada persepsi warga terhadap situasi keamanan di Jakarta: kabar pengerahan besar dapat memicu kekhawatiran, sementara penjelasan resmi menyebut kesiapsiagaan dan latihan sebagai konteksnya. Imbauan Dave agar aktivitas berlangsung seperti biasa ditujukan untuk meredam kecemasan tanpa mengabaikan perlunya keterbukaan mengenai tugas pasukan.

Penjelasan berikutnya mengenai jumlah personel dan rincian penugasan masih berada pada TNI dan instansi terkait. Untuk saat ini, TNI menyatakan pasukan disiapkan mengikuti kebutuhan tugas serta latihan yang dijadwalkan dalam waktu dekat.

(AP)

Artikel Untuk Anda

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram
Uji dirimuTes Hitungan dan Logika Cepat: 10 Soal Jebakan Otak, Berapa Skormu? →
TRENDING Hari Guru Nasional 2026: Rabu 25 November, Tema Guru Hebat, Indonesia Kuat